Anggota Legislatif Bantah Soal Kantor DPRD Surabaya Lockdown
Editor : Djumali | 06:30 WIB
News-Pantau.com, SURABAYA - Salah satu anggota Dewan Surabaya ( anggota Legislatif) membantah gedung DPRD Kota Surabaya, Kamis (10/6/2021) lockdown sebagai dampak dari kabar dugaan sejumlah anggota dewan setempat yang terpapar positif COVID-19.
"Siang tadi saya masih menerima tamu di dewan. Bahkan besok saya juga berkantor seperti biasa," kata Salah satu Komisi B DPRD Surabaya Baktiono.
Politikus Partai Demokrasi Indonesia (PDI-P) tersebut Surabaya ini mengatakan tidak mengetahui secara pasti soal kabar adanya sejumlah anggota DPRD Surabaya yang terpapar positif COVID-19.
Hanya saja, ia mendapat kabar bahwa ada salah satu anggota DPRD Surabaya dari Fraksi PDIP yang sempat membuat status di salah satu akun media sosialnya yang hendak isolasi mandiri, sebab setelah berziarah dari makam sang Proklamator Indonesia bung Karno di Blitar.
"Saya sendiri tidak paham cuma dapat kabar seperti itu," kata Baktiono saat dihubungi lewat tlp seluler, Kamis (10/6/2021) malam .
Baktiono menambahkan sampai saat ini tidak ada pemberitahuan dari pimpinan DPRD maupun Satgas COVID-19 Surabaya bahwa gedung DPRD Surabaya sedang lockdown," tutur dia yang juga jabat sekretaris DPC PDIP Surabaya.
Sementara itu, anggota Dewan yang lain Komisi A DPRD Surabaya Arif Fathoni masih menunggu hasil resmi terkait kabar adanya anggota dewan yang Positif Covid itu.
Meski demikian, ia menjelaskan bahwa aktivitas anggota DPRD Surabaya tidak hanya di kantor saja, melainkan bisa dimana saja, termasuk di rumah.
"Sehingga, bisa saja sewaktu-waktu bisa terpapar kalau imunnya menurun," tuturnya.
Ketua Golkar Surabaya ini menambahkan bahwa hal ini tidak ada kaitannya dengan klaster partai politik. Untuk itu, ia mengajak kepada masyarakat agar tidak lelah menerapkan protokol kesehatan secara ketat.
"Untuk aktivitas di DPRD belum ada pembahasan, apakah rapat-rapat selanjutnya menggunakan luring atau daring," tandasnya. (And/Ali).

