Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Bupati tak pilih PSBB maupun LOKDOWN Meski Bangkalan di Landa Covid-19

Editor : Rido'i | 07:30 WIB

Dok.newspantau/istimewa.
Bupati Bangkalan, H.R. Abdul Latief saat Jumpa pers menyampaikan terkait warga Bangkalan dilanda covid-19, Rabu (16/6/2021) kemarin.
----------------------------------------------

News-Pantau.com, Bangkalan - Kasus COVID-19 di Bangkalan sedang menggila dalam 9 hari terakhir. Tercatat ada penambahan 555 kasus baru di Bangkalan.

Bupati Bangkalan R Abdul Latief Imron mengatakan, pihaknya tidak mengambil opsi PSBB atau lockdown. Ia lebih memilih karantina tingkat desa.

"Tadi telah disampaikan, kemarin malam juga rakor dengan bapak Pangdam dan Bapak Kapolda. Nantinya ada penyekatan, pengetatan di masing-masing desa yang menjadi episentrum penyebaran awal. Istilahnya, pengetatan secara berkala," ujar Latief di Gedung Serba Guna Rato Ebuh, Bangkalan.

Latief yakin, cara tersebut ampuh untuk menekan penyebaran COVID-19 di Bangkalan. Ia juga meminta warga Bangkalan agar disiplin protokol kesehatan.

Harapan ini bisa meminimalisir, melandaikan angka COVID-19 ini. Dan kepda masyatakat, acara silaturahmi yang dihadiri Menkopolhukam, Pak Mahfud Md ini harapannya bisa mengikuti anjuran prokes, diterapkan secara disiplin. Diundang tokoh ulama, agar disampaikan ke para santri, alumni, semua untuk menerapkan prokes disiplin ini vaksin utama," tegasnya.

Meski sejumlah pakar menyarankan PSBB, atau lockdown, Latief optimis, pengetatan secara masif di desa yang menjadi episentrum, mampu menekan angka COVID-19.

"Opsi pengetatan secara masif di kecamatan yang menjadi episentrum. Rakor semalam, masing-masing desa harus diketatkan, agar pengawasan terjaga betul, mobilisasi masyarakat bisa terpantau," tandasnya. 

(Rdi/Hos).