Coklat Mojopahit Mojokerto Siap Tembus Ekspor, Bukti Spirit Jatim Agro Pada UMKM
Editor : Andi SHM | 15:40 WIB
News-Pantau.com - Spirit Jatim Agro yang selama ini digaungkan oleh Gubernur Khofifah Indar Parawansa melalui program-program Pemprov Jawa Timur, terbukti nyata berhasil diterapkan di berbagai daerah. Disampaikan oleh Ir. Karyadi, MM., Kepala Dinas Perkebunan Jatim, bahwa pendampingan terhadap petani lokal telah dilakukan dari proses hulu sampai hilir.
“Kami telah melakukan dampingan dari proses tanam, petik, olah, kemas, jual, di berbagai daerah. Diantaranya Jember, Pacitan, Trenggalek, Mojokerto, dan sebagainya. Nah, untuk yang mojokerto, yaitu coklat mojopahit, merupakan binaan yang paling unggul”, jelasnya, pada Sabtu (12/6/2021).
Didampingi oleh Ir. R. Bagus Budi Hermanto, MM. Kepala Seksi Pengolahan Hasil Bidang Pengolahan dan Pemasaran dan Puji Astuti, SP, MMA., Kabid Tanaman Tahunan Dinas Perkebunan Jatim, Kadisbun juga menambahkan bahwa misi dagang yang secara intens dilakukan Pemprov Jatim telah membuka kran peluang ekspor Produk Lokal. Hal ini diamini oleh Agus Setiawan, Manager Coklat Mojopahit yang sekaligus putra mantu dari ketua Gabungan Kelompok Tani Bumi Mulyo Jati (BMJ), Mulyono.
“Alhamdulillah, kami bersama para petani binaan BMJ, juga semakin meningkatkan produktivitas tanaman kakao karena Ibu Gubernur memberikan peluang ekspor 20 ton setiap bulan. Beliau menjelaskan bahwa kualitas coklat (kakao) kami memang berkualitas premium, tidak kalah dengan produk luar negri, yaitu Belgia.”
Seperti diketahui, coklat mojopahit yang telah bertahan hampir 1 dekade, merupakan sinergitas Jatim Agro dan kearifan lokal. Hal ini disebabkan petani kakao merupakan warga Nahdliyyin yang merupakan identitas Kabupaten Mojokerto. Selain itu, hasil dari tanaman kakao dibagi untuk kas PCNU setempat, yaitu sebesar Rp. 200 / kg.
Hal tersebut disampaikan di sela-sela diskusi antara DPD Perempuan Tani HKTI Jatim, Kadisbun Jatim, dan pengelola coklat mojopahit, yang berlokasi di dalam desa wisata Mojopahit, Dlanggu, Mojokerto. Dari unsur Pertani HKTI, hadir ning Lia Istifhama selaku ketua, didampingi beberapa pengurus, yaitu Enny Hayati, Siti Fatimah Kurniasari, Evana, dan Fitriani Permatasari.
“Dari coklat Mojopahit, kita mendapatkan sebuah contoh sinergitas yang berhasil menjadi produk unggulan. Sinergitas disini adalah penyatuan dari spirit budaya lokal, agama yang dalam hal ini pondasi bisnis adalah ibadah, dan komunikasi yang sangat baik antara pelaku usaha dengan pemerintah. Dari semua sinergi tersebut, coklat mojopahit secara nyata memebrikan efek domino peningkatan sektor ekonomi riil masyarakat lokal”, jelas Ning Lia, Ketua Pertani HKTI Jatim, yang secara struktural, berada di bawah kepemimpinan Ketua Umum Dian Novita Susanto, M.Si.
Diskusi pun berjalan gayeng dengan mengupas sejarah Desa Wisata Mojopahit, coklat mojopahit, hingga potensi ekspor kakao sebagai salah satu barometer keberhasilan program Jatim Agro. Sedangkan dari unsur masyarakat setempat, yaitu Akhmad Luthfy Ramadhani, mengakui bahwa keberadaan desa wisata dan desa mojopahit, secara nyata mengangkat sektor perekonomian masyarakat Mojokerto. Bahkan, keberadaan coklat mojopahit menjadi kebangaan masyarakat lokal dan stimulus produktivitas masyarakat agar terus membangun potensi lokal Mojokerto melalui berbagai varian produk UMKM. (Red/And).
