Vaksinasi Massal di Surabaya, Timbulkan kerumunan saat PPKM Darurat, Ini Komentar Warga!
Editor : GusWawan | 01:25 WIB
News-Pantau.com, SURABAYA - Vaksinasi massal telah digelar Pemkot Surabaya di Gelora 10 November (GOR 10 N) Surabaya.
Vaksinasi Covid-19 sejak Rabu (7/7/2021). Target 50.000 orang per hari hingga Minggu (11/7/2021), vaksinasi massal itu jelasnya mengundang kerumunan. Terbukti, berbagai video dan foto yang beredar dimedia sosial menunjukkan buktinya.
Alhasil, fakta tersebut mengundang reaksi warga, baik aktivis maupun pedagang.
“Tau gitu saya jualan dekat gelora saja biar dapat pembeli, mumpung disana banyak kerumunan”, komentar Slamet, salah satu pedagang kaki lima (PKL) di sebuah pasar tradisional, pasar keling yang mengeluh seringkali menunggu dagangan tanpa pembeli alias sepi banget.
“Kita tidak boleh jualan nanti dibilang mengundang kerumunan. Padahal selama ini, tidak pernah pembeli sampai antri. Paling cuma satu dua orang saja yang andek (cangkruk). Tapi sekarang semua disuruh bungkus. wong orang butuhnya ngopi dan ngerokok, masak ya dibungkus,”imbuhnya.
Kerumunan vaksinasi juga memantik reaksi keras pedagang mebel, Saher.
“Kebijakan mbokya yang utuh. Jangan cuma mikir semua vaksin, tapi gak mikir bagaimana semua warga sehat. Kalau ekonomi sulit gara-gara toko disuruh tutup, bagaimana bisa sehat?”
Dari kalangan aktivis, yaitu ning Lia Istifhama, menyesalkan vaksinasi serentak yang seharusnya bisa mengefektifkan Puskesmas setempat.
“Setahu saya vaksin bisa dilakukan di Puskesmas. Mengapa itu tidak dimaksimalkan saja? Jika dilakukan serentak dengan jumlah besar, yah wajar berpotensi kerumunan. Apalagi musim pancaroba gini. Khawatir ada resiko warga yang kurang fit tapi memaksakan diri ikut vaksin karena niat ingsun patuh pemerintah. Mohon dipertimbangkan resiko silent carrier, yaitu pengidap corona yang dapat menularkan virus ke orang lain.”
Sedangkan gus Yusuf Hidayat, salah seorang tokoh Muda NU di Surabaya, menjelaskan bahwa kebijakan Walikota Surabaya Eri Cahyadi mempertimbangkan aspirasi warga.
“Kemarin pak Eri sudah bikin ramai dengan publikasi ratusan peti mati dan tour of duty, sekarang giliran vaksinasi massal yang targetnya 50 ribu sehari. Jangan salahkan peserta vaksin kalau disana timbul kerumunan.
Di sisi lain, banyak masyarakat yang butuh sentuhan humanis karena PPKM Darurat di Surabaya melemahkan sektor ekonomi wong cilik, terutama PKL, tukang becak, pedagang keliling, dan sebagainya.”
"Selanjutnya, gus Yusuf berharap Pemkot Surabaya harus bisa mempertimbangkan aspek ekonomi dan sosial karena penurunan segala aspek, baik perekonomian maupun produktivitas masyarakat, apalagi kesehatan warga masyarakat jelas-jelas dikhawatirkan bisa menurunkan imun," tandasnya. (And/Ism/Hos).

