Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Wakil Sekretaris MUI Jatim : Pentingnya Pemerintah agar Perhatikan Vaksinasi buat Santri Pesantren

Editor : GusWawan | 17:25 WIB

Dok.newspantau/istimewa.
Dr. Lia Istifhama, M.E.I., wakil sekretaris MUI Jawa Timur, ketua III STAI Taruna Surabaya.
-------------------------------------------------

News-Pantau.com, SURABAYA -  Di tengah berlangsungnya percepatan vaksinasi anak usia 12 hingga 17 tahun, Wakil Sekretaris MUI Jawa Timur, Lia Istifhama mendorong agar pemerintah juga memperhatikan masyarakat kalangan pesantren yang hal ini adalah para santri untuk mendapatkan vaksin, sehingga program vaksinasi di kalangan anak-anak merata dan dapat meningkatkan hard imunity.

“Semua nya harus sama-sama mendapatkan program vaksinasi, karena bagaimana pun anak-anak santri juga merupakan anak dari Pemerintah. Apapun yang didapatkan anak non otomatis santri pun juga harus mendapatkan yang sama,” kata Wakil Sekretaris MUI Jatim, Lia Istifhama di Surabaya, Rabu (14/7/2021).

Menurut Lia Istifhama (Ning Lia) terkait vaksinasi perhatian Pemerintah juga sangat penting bagi pesantren untuk meningkatkan heard imunnity santri yang tengah berada di pondok pesantren serta program vaksin untuk anak-anak merata.

“Ketika kita ingin menguatkan spirit hard imunity maka harus berlaku untuk semua (general) tidak hanya berlaku bagi masyarakat umum, masyarakat pesantren juga harus mendepatkan agar semua sama-sama sehat, sama-sama meningkatkan imunitas tubuh,” terangnya.

Video ini menarik ditonton,
Wakil sekretaris MUI Jatim, Ning Lia Istifhama saat diwawancarai awak media mendorong Pemerintah agar Perhatikan vaksinasi buat anak didik/ santri pesantren, Rabu (14/7/2021).
----------------------------------------------------

Lebih lanjut, dosen di STAI Taruna Surabaya ini berharap, percepatan vaksinasi untuk anak-anak termasuk para santri dapat menekankan kasus Covid-19 di Indonesia terlebih di Jawa Timur.

“Saya berharap program vaksinasi bisa merata baik bagi masyarakt umum ataupun masyarakat pesantren sehingga kasus penularan Covid-19 dapat teratasi secara merata,” pungkas ketua DPD Pertani HKTI Jatim, Ning Lia tersebut.

(And/Hos).