Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Mendikbud dan Pemprov Jatim se Frekuensi Soal Urgensi PTM Terbatas, Ning Lia: Potret Peduli Pendidikan

Editor : And Dara | 11:15 WIB

Dok.newspantau/istimewa.
(Tengah) Dr.Lia Istifhama, M.E.I., ketua DPD pertani HKTI Jatim.
---------------------------------------------------------------------------

News-Pantau.Com, SURABAYA - Aktivis pendidikan asal Surabaya, ning Lia Istifhama, yang kerap bersuara soal pentingnya Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas, menyampaikan pentingnya apresiasi pada Mendikbud Nadiem Makarim dan Pemprov Jawa Timur. Hal ini terkait kebijakan 

Pembelajaran Tatap Muka untuk jenjang SMA/SMK dan SLB yang disampaikan oleh Gubernur Khofifah Indar Parawansa.

Seperti diketahui, Khofifah menerangkan bahwa untuk satuan pendidikan yang berada di daerah dengan level 3 dan 2 sudah dapat memulai pembelajaran tatap muka mulai, pada Senin 30 Agustus 2021. Namun, Khofifah juga mengingatkan, dengan terlebih dahulu memastikan semua checklist kesiapan sekolah sudah dipenuhi. Diantaranya, guru dan tenaga kependidikannya sudah divaksin, unit pendidikan  sudah  mendapatkan izin dari Satgas Covid-19  Kabupaten/ Kota setempat dan izin orang tua/wali siswa.

Daerah yang dimaksud adalah yang berada dalam zona aglomerasi, yakni Surabaya Raya (Kota Surabaya, Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Gresik, Kabupaten Bangkalan, Kabupaten Mojokerto dan Kota Mojokerto) yang saat ini sudah berada di level 3 sehingga dapat menyelenggarakan pembelajaran tatap muka terbatas bertahap dengan mempedomani Inmendagri nomor 35 tahun 2021.

Dok.newspantau/istimewa.
Ning Lia Istifhama saat memberikan sambutan dalam acara panen raya, di malang raya, lalu.
-----------------------------------------------------

Oleh Ning Lia Istifhama, Ketua Perempuan Tani HKTI dan juga RKIH Jatim, menilai kebijakan tersebut dinilai satu frekuensi dengan Mendikbud yang menyampaikan pentingnya PTM sebagai antisipasi cognitive learning loss anak-anak. Disebutnya, kebijakan Mendikbud dan Gubernur Khofifah menunjukkan potret kepedulian pada pendidikan.

“Kita dihadapkan pada fakta bahwa ilmu seharusnya kebutuhan penting bahkan utama karena berkaitan dengan kelangsungan generasi penerus bangsa. Dan harus diakui bahwa pendistribusian ilmu untuk anak-anak, cara yang paling baik adalah dilakukan dengan dampingan secara langsung,” ujarnya (28/8/2021).

“Dampingan ilmu pada anak-anak, terutama berkaitan dengan pendidikan karakter, kemampuan matematis yaitu menyelesaikan persoalan secara logika berhitung, dan kemampuan motorik yang menjadi identitas pelajaran olahraga,” tambah aktivis yang meraih penghargaan sebagai Tokoh Milenial Literasi Jatim (ARCI).

Dukungan terhadap penerapan sekolah tatap muka juga digulirkan banyak pihak selama ini. Bahkan, rencana yang disebut sebagai PTM Terbatas, dianggap banyak pihak sebagai penyelamatan generasi bangsa dari lost generation dengan menjadikan anak-anak kembali ‘melek materi’.

(And/Red).