Kapolda Jatim Pantau Vaksinasi 6000 Dosis Untuk Pelajar dan Santri Sidoarjo
Editor : Dimas | 23:50 WIB
News-Pantau.Com, SIDOARJO - Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nico Afinta melakukan pantauan vaksinasi di kalangan pelajar dan santri di Kabupaten Sidoarjo, guna mewujudkan terciptanya herd immunity di Jatim.
Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nico Afinta didampingi ketua PWNU Jatim KH. Marzuki Mustamar, Rois Syuriah PWNU Jatim KH. Anwar Manshur, Pengurus Yayasan dan Pejabat Utama Polda Jatim serta Kapolres Sidoarjo memantau pelaksanaan 6000 dosis vaksin Sinovac yang disiapkan bagi pelajar dan santri Yayasan Pendidikan Sosial dan Ma’arif (YPM) Taman, kabupaten Sidoarjo, Selasa 14 September 2201.
“Ini bagian dari strategi vaksinasi dengan sasaran kepada murid-murid serta para Santri tingkat SMP dan SMA dimana dalam beberapa waktu yang lalu Polda Jatim telah melaksanakan vaksinasi kepada seluruh jajaran,” ujar Kapolda Jatim.
Polda jatim kedepannya berdiskusi dengan PWNU Jawa Timur untuk mengambil langkah agar vaksin yang tersedia dapat cepat diberikan kepada masyarakat.
“Besok rencana kami akan rapat. Dalam rapat ini kami berdiskusi bagaimana mempercepat penyerapan vaksinasi di Jawa Timur. Tentunya PWNU dengan seluruh jajarannya tadi kami berdiskusi sudah siap dalam pelaksanaanya. Dengan program ini dan tujuan dari rapat ini, nantinya akan mencari orang, tempat, sistem, dan mekanisme yang disepakati, sehingga nanti rencananya kami hanya melakukan dropping vaksin, yang nantinya ada satu atau dua orang dari pihak Polri maupun dari Kodam,” tambah laki-laki nomer satu di kepolisian Jatim ini.
Dengan percepatan vaksinasi ini, Nico Afinta berharap target herd immunity di Jatim sebesar 70 persen dapat tercapai. Tentunya hal ini tak akan terwujud tanpa adanya partisipasi dari masyarakat.
“Mudah-mudahan dalam pelaksanaannya dapat berjalan lancar, setiap kali didropping langsung habis. Sehingga ini nanti akan disebar di seluruh Jawa Timur. Harapannya, target 70% dari 31 juta yang sudah ditetapkan pemerintah, itu akan lebih cepat dicapai oleh Jawa Timur, tentunya dengan sinergi bersama. Mohon dukungan baik kepada masyarakat, kami akan siap selalu melaksanakan vaksinasi, ayo datang ke Bhabinkamtibmas, datang ke Babinsa, datang kepada RT, RW dan melapor, nanti secara berjenjang akan disiapkan vaksin pada masyarakat,” ajak Nico Afinta.
Sementara terkait dengan leveling, Nico Afinta juga menjelaskan ada beberapa parameter, yaitu respon yang dilakukan oleh suatu wilayah terhadap permasalahan angka positif, angka sembuh, dan angka meninggal.
Respon tersebut ada tiga parameter. Yang pertama berapa banyak testing yang dilakukan, berapa banyak tracing yang dilakukan, dan bagaimana tingkat kesuksesan treatment yang dilakukan.
“Ini selalu dievaluasi oleh Menkes dan ada beberapa daerah, misalkan Lamongan, Tuban,Banyuwangi, Gresik, Jember, Sidoarjo sudah turun menjadi level 1. Karena respon yang dilakukan terhadap permasalahan itu baik. Untuk daerah-daerah yang masih di level 3, kami harapkan melakukan hal yang sama, sehingga dengan terus turunnya level nanti salah satunya nanti proses PTM akan dapat dilakukan sesuai aturan. Tapi harus vaksin semua jadi baik guru, murid maupun perangkat di dalam satu lembaga pendidikan itu semuanya divaksin,” tegas Nico Afinta.
Ketua PWNU Jatim KH. Marzuqi Mustamar juga menyampaikan, pihaknya akan terus berkoordinasi dengan kepolisian dalam hal ini Polda Jatim, untuk mensukseskan program pemerintah ini, baik di kalangan warga Nahdliyin maupun lembaga pendidikan NU dan pesantren.
“Kami NU di samping punya satgas Covid, tugasnya antara lain juga melakukan, mendukung, dan koordinasi tentang vaksinasi, kami terus mendorong pesantren-pesantren, lembaga-lembaga pendidikan Ma’arif, Diniyah-diniyah, dan masyarakat jamaah untuk terus mau menerima vaksin, Alhamdulillah kami sukses,” ucapnya.
(Dim/Dar).
