Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Tim Selam Jatim Ukir Prestasi Spektakuler di PON XX Papua

Editor : RokyHunter | 01:20 WIB

Dok.newspantau/istimewa.
Erlangga Satriagung ketua umum POSSI KONI saat menyerahkan bonus uang Rp30 juta kepada salah seorang peselam Jatim.

-------------------------------------------------------------------------

News-Pantau.Com, PAPUA - Tim Selam Jawa Timur mengukir prestasi spektakuler di arena selam PON XX 2021, Papua. Bukan saja mampu merealisasikan target 12 medali emas yang dibebankan oleh KONI Jatim. Para peselam Jatim juga tampil sebagai juara umum.

Hingga berakhirnya perlombaan selam PON Papua, Jatim meraih medali 12 emas 4 perak dan 3 perunggu. Torehan medali tersebut, melampaui pencapaian di PON Jabar. Kala itu, Jatim menjadi juara umum selam dengan perolehan 11 emas, 10 perak, dan 6 perunggu.

Prestasi itu, semakin lengkap dengan torehan empat rekor nasional (Rekornas) berhasil dipecahkan oleh para peselam.

“Kami lega karena target 12 emas dari KONI bisa terpenuhi,” kata Ketua Pengprov POSSI Jatim, Mirza Muttaqien kepada awak media.

Pihaknya berharap atlet yang turun di nomor laut bisa menambah emas. 

“Insya Allah kami bisa menambah emas lagi. Sebab masih ada nomor laut yang belum dipertandingkan,” ucapnya.

Sejak hari pertama lomba, tim selam Jatim langsung tancap gas. Mereka memborong empat emas melalui Bima Dea Sakti Antono (400 meter surface putra), Vania Elvira Elent Rahmadani (400 meter surface putri), Petrol Apostle Kambey (100 meter surface putra), dan Janis Rosalita Suprianto (100 meter surface putri).

Perolehan emas Jatim menyusut di hari kedua. Hanya menambah tiga emas melalui Janis (200 meter surface putri), Wahyu Anggoro (50 meter surface putra), dan Angeline Soegianto (50 meter surface putri).

Jatim menggebrak pada hari terakhir. Dari enam emas yang diperebutkan, tim selam Jatim meraih lima emas. Bima Dea merebut emas keduanya di PON XX Papua.

Atlet asal Malang ini berjaya di nomor 800 meter surface putra. Ia mencatat waktu 6 menit 59,12 detik. Sheva Bima Firmansyah (DKI Jakarta) dan Okta Dewa (Jawa Barat) merebut perak dan perunggu.

Kemudian Andhini Muthia Maulina merajai nomor 800 meter surface putri. Atlet 13 tahun ini mencatat waktu 7 menit 25,95 detik. Andhini mengungguli Oza Feby Mulyani (Jawa Barat) dan Amartya Latifa (Banten).

Peselam senior Petrol Apostle Kambey juga mendapatkan emas kedua di PON Papua. Petrol juara di nomor 50 meter apnea putra dengan catatan waktu 13,55 detik. Sementara I Kade Darmawan (Jawa Barat) dan M. Zidan Arrif Billah (Jateng) di posisi dua dan tiga.

Nomor 50 meter apnea putri juga menjadi milik Jatim. Angeline Soegianto yang tampil memesona dengan catatan waktu 18,10 detik. Menurut data panitia, Margareta Herawati (Papua) juga mengukir waktu yang sama. Sehingga keduanya berbagi emas di nomor ini.

Medali emas di nomor 4×100 bifin relay putri menyempurnakan perolehan tim selam Jatim di PON Papua. Tim Jatim yang diperkuat Nafa Amadea, Janis, Fachriza Rosyadi dan Nadia Kusumawardani, mencatat waktu 3 menit 25,03 detik.

Kejuaraan Karate Club Antar Pelajar dan Senior se Jatim

Catatan waktu peselam Jatim ini unggul dua detik dari tim DKI Jakarta, dan empat detik dari tim Jawa Barat. Sementara tim Jatim hanya meraih perak di nomor 4×100 bifin relay putra.

Ketua Umum KONI Jatim Erlangga Satriagung bangga dengan prestasi para peselamnya. Target emas di nomor kolam memang cukup banyak dan ternyata bisa direalisasikan oleh para atlet.

“Bagus, target kita di selam cukup banyak dan peluang untuk menambah emas masih terbuka dinomor laut,” katanya saat ditemui di lokasi lomba di Kolam Renang Stadion Aquatik Kampung Harapan, Kabupaten Papua, Kamis (7/10).

Ia juga berpesan kepada seluruh atlet untuk menjaga kesehatan dan menerapkan Protokol Kesehatan (Prokes). “Jaga kesehatan, terapkan prokes,” pesannya. 

(Roky/Red).