Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Gayeng dan Interaktif, Jamarah Kanwil Kemenag Jatim Sukses Digelar

Editor : Gus Wawan | 10.00 wib
Dok.newspantau/istimewa.
Surabaya, newspantau.com -- Berlangsung sukses, Jagong Masalah Umrah dan Haji (Jamarah) Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur Tahun 2022. Bertema mewujudkan Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah Semakin Baik, Jamarah yang bertempat di Mercure Grand Mirama Surabaya, 28 September 2022, dihadiri secara langsung oleh Kepala Kanwil Kemenag Jatim, Dr. H Husnul Maram, M.H.I.

Salah satu Wakil Ketua MUI Jatim tersebut, menjelaskan ikhtiar yang sudah dilakukan oleh pemerintah dalam pelaksanaan haji dan umrah.

“Alhamdulillah, tahun ini ada penyelenggaraan ibadah haji dimana Indonesia mendapatkan kuota sebanyak 100.051 jamaah dan pemerintah bisa memberikan tambahan fasilitas di Arab Saudi baik dalam bentuk konsumsi maupun akomodasi. Ini semua tak lepas dari ikhtiar pemerintah untuk konsisten memberikan pelayanan terbaik bagi jamaah.”
“Apalagi Ibu Gubernur Khofifah pernah menyampaikan sebuah statement menarik, ‘Embarkasi Surabaya harus tetap ada, jika tidak ada, apa kata dunia?, Ini merupakan bagian keinginan beliau untuk Jemaah haji asal Jawa Timur tetap dapat berangkat melalui embarkasi Surabaya agar selalu ada kemudahan dalam pelayanan haji”

Selain Husnul Maram, Jamarah juga dihadiri oleh Dr. H. Abdul Haris Hasan, M.Pd.I., (Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umroh Kanwil Kemenag Jatim), Perwakilan dari Pemrov Jatim, H.Machsun Zain, S.Ag, MSi., (Sub Koordinator Bina Umrah dan Haji Khusus), Hj. Fentin Istifaiyah, MSi., (Sub Koordinator Administrasi Dana Haji dan Sistem informasi Haji), dan Hj. Eliana, MH., (Sub Koordinator Pendaftaran dan Dokumen Haji Reguler).
Dihadapan 70 peserta yang terdiri unsur Kasi PHU Kota Surabaya, Gresik, Bangkalan, dan Sidoarjo, instansi pemerintah, stakeholder, serta tokoh masyarakat unsur NU, Muhammadiyah, IPHI, PPIU dan PIHK  Machsun Zain menerangkan bahwa kegiatan Jamarah tersebut bertujuan sebagai penyampaian informasi secara komprehensif kepada masyarakat terkait penyelenggaraan haji dan umrah, serta mengupas berbagai problem Haji yang ada.

Selaku ketua pelaksana kegiatan, Machsun Zain pun melontarkan banyak pantun sehingga membuat suasana semakin semarak.

Sedangkan salah satu narasumber Sulistiowati (Dinas Kesehatan propinsi Jatim) dan Abd. Haris Hasan (Kabid PHU).
Dok.newspantau/istimewa.
Foto kiri: Dr Lia Istifhama, MEI., Sekretaris MUI Jatim.
----------------------------------------------------
Menyampaikan tentang Problematika Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah, Haris Hasan menekankan bahwa meski penyelenggaraan ibadah haj iberjalan lancer dan Jemaah terlayani dengan sangat baik dan merasa puas, perlu ada beberapa hal yang menjadi perhatian untuk peningkatan pelayanan dimasa yang akan datang.
“Di tahun 2022, penetapan kuota haji dari pemerintah Arab Saudi mepet dengan operasional haji dan ini tentu berpengaruh pada persiapan penyelesaian dokumen Jemaah haji. Persiapan haji yang seharusnya dimulai sejak 6 (enam) bulan sebelum keberangkatan, tahun ini hanya memiliki waktu persiapan  kurang lebih 40 hari, termasuk cuti bersama Idul Fitri. Salah satu hal yang krusial adanya tambahan biaya layanan Masyair oleh pemerintah Arab Saudi yang semula 1.500 SAR menjadi 5.500 SAR hal ini tentu menjadi tambahan beban yang luar biasa bagi pemerintah dan hal ini menjadi pemikiran pembiayaan  penyelenggaraan ibadah haji yang akan datang,” terangnya.

Kabid PHU Kanwil Kemenag Jawa Timur tersebut juga menerangkan problem lain, seperti persoalan visa yang sangat terbatas waktu penyelesaiannya, pengelolaan pembayaran DAM bagi Jemaah haji yang system penanganannya masih belum terkendali dengan baik.

Sedangkan Sulistiowati dari Dinas Kesehatan Pemprov Jatim, menekankan pentingnya kesehatan jamaah.
“Istithaah atau kesehatan jamaah haji mohon menjadi perhatian penting disebabkan banyaknya jamaah haji yang berusia lansia. Disarankan calon jamaah sering latihan jalan kaki agar lancar selama ibadah. Selain itu, penting untuk dipenuhi vaksinasi secara lengkap.”

Tak lupa, Sulistiowati menyampaikan pentingnya APD, alat pelindung diri selama menjalani rangkaian ibadah haji, seperti payung atau handuk saat di Mina disebabkan cuaca panas yang tinggi.
Dok.newspantau/istimewa.
Acara yang dimoderatori oleh Dr. Lia Istifhama, M.E.I., (Sekertaris MUI Jatim) dan Ahmad Bajuri, M.H.I (da’i) tersebut, berlangsung interaktif dengan sesi dialog yang memantik antusiasme peserta, diantaranya Gartaman dan M. Ali Faiq.

Terlebih, perang pantun seringkali diselipkan dalam acara tersebut, diantaranya sebagai berikut:

Kalau masak jangan lupa pake garam. Jangan lupa dikasih gula juga.
Bersama Kiai Husnul Maram, Kemenag Jawa Timur semakin bahagia.

Pulang haji dapat oleh-oleh kurma, semakin lengkap dengan zam zam Makkah.
Berlangsung di grand mirama, insya Allah acara jamarah membawa berkah.
Pergi umroh ke kota Makkah, Jangan lupa membeli korma.
Semoga acara ini membawa berkah, Bermanfaat untuk kita semua.

Sungguh berkesan penyampaian narasumber ternama.
Hingga tak terasa waktu jualah yang memisahkan kita.

Menyentuh mawar yang merekah, janganlah sampai kena duri.
Jika ada kata yang salah, janganlah disimpan di hati. 

Burung kutilang burung cebderawasih.
Cukup sekian dan terima kasih.

Rhoma Irama Elvie Sukaesih.
Sekian saja dan terima kasih.  *** @gus/red