Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa Raih Penghargaan Anugerah Pendidikan 2022 dari Ikatan Guru Indonesia
Editor : Rudy Juned | 18.00 wib
Dok.newspantau/istimewa.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat meraih penghargaan Anugerah Pendidikan Indonesia (API) tahun 2022 dari Ikatan Guru Indonesia (IGI) di Jakarta Convention Centre, Kamis (15/9/2022).
----------------------------------------------------
Surabaya, newspantau.com -- Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meraih penghargaan Anugerah Pendidikan Indonesia (API) tahun 2022 dari Ikatan Guru Indonesia (IGI). “Alhamdulillah, penghargaan yang saya terima ini adalah buah kerja keras seluruh insan pendidikan Jawa Timur,” kata Gubernur Khofifah dalam keterangan tertulisnya di Surabaya, Sabtu (17/9/2022).
Diketahui Khofifah menjadi satu-satunya gubernur di Indonesia yang meraih penghargaan sesuai surat Keputusan Pengurus Pusat Ikatan Guru Indonesia No 230/PP/KEP/13/IX/2022. Penghargaan tersebut diberikan pada saat perhelatan Global Educational Supllies dan Solutions atau GESS Asia di Jakarta Convention Centre (JCC), Kamis (15/9/2022).
"Maka dari itu, penghargaan ini saya dedikasikan khusus untuk seluruh guru dan tenaga pendidik atas jerih payahnya memajukan pendidikan di Jawa Timur,” katanya.
Khofifah memaparkan, berbagai strategi dilakukan Pemprov Jatim untuk meningkatkan akses pendidikan bagi masyarakat luas. Pemprov Jatim, kata dia, mengalokasikan lebih dari 25 persen anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) atau senilai Rp 8,54 triliun dari total APBD sebesar Rp 33,47 triliun untuk sektor pendidikan.
Besaran dana tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi pendidikan yang berada di bawah kewenangan Pemprov saja (SMA, SMK, SLB), namun juga dialokasikan untuk peningkatan kualitas di tingkat Madrasah Aliyah dan Madrasah Diniyah yang menjadi kewenangan Kementerian Agama.
Strategi lainnya, lanjut Khofifah, Pemprov Jatim lewat Dinas Pendidikan bersinergi dengan IGI melakukan pendampingan kepada para guru untuk dapat melaksanakan Kurikulum Merdeka, yaitu kurikulum yang berorientasi pada Project Based Learning (PBL).
Hasilnya, sebanyak 332 lembaga SMA/SMK dan SLB negeri dan swasta di Jawa Timur ditunjuk dalam melaksanakan Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) oleh Kemendikbud Ristek. Dengan rincian 204 lembaga sebagai SMK Pusat Keunggulan, dan 128 lembaga sebagai SMA dan SLB Penggerak.
“Di Jatim, ada 2.754 lembaga SMA/SMK dan SLB yang melaksanakan Kurikulum Merdeka secara mandiri, sehingga total ada 76 persen dari 4.044 SMA/SMK dan SLB di Jatim telah melaksanakan Kurikulum Merdeka. Ini terbanyak diantara 34 Provinsi di Indonesia,” papar Gubernur Khofifah.
Tidak berhenti di situ, kata Khofifah, semangat para guru dan tenaga pendidik Jawa Timur juga menurutnya sangat luar biasa. Terbukti, saat Kemendikbud Ristek melaksanakan Pembelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Jatim menjadi provinsi yang memiliki jumlah kepesertaan guru terbanyak dari provinsi lain.
Begitu juga saat Dinas Pendidikan Jatim mengadakan Lomba GTK Creative Camp (GCC). Antusiasme guru dalam kompetisi adu inovasi ini meningkat pesat dari tahun 2020. Di mana pada 2022 ini jumlah peserta naik 190 persen atau 18.338 guru, dibanding 2021 yang jumlah pesertanya hanya 6.333 guru. *** @rudy/red


