Pengendalian Inflasi Akibat Kenaikan BBM, Gubernur Khofifah Siapkan Anggaran Subsidi Varian di Jatim Sebesar 257 Miliar
Jawa Timur, newspantau.com -- Terdapat pengendalian inflasi akibat kenaikan bbm, pemprov jatim telah menyiapkan dana sebesar 257 Miliar sebagai progam perlindungan sosial, termasuk untuk angkot dan ojol yang pajaknya 100 persen dibebaskan.
Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa mengatakan, bahwa jika seluruh driver ojol dan angkot barangkali ada yang belum terkonfirmasi, untuk segera mengurusnya ke Samsat atau ke UPT Bapeda, selama ini sudah ada surat edaran bersama, antara Jasa Raharja dengan Dirlantas Polda Jatim dan Bapeda Jatim bahwa pajaknya harus dipastikan nol rupiah
Ia menambahkan, khusus driver ojol terdapat spesial program untuk mereka, mulai dari proses pemandirian untuk pelaku UMKM. Sehingga diadakan pelatihan Self Defense bagi mereka yang merasa kurang aman ketika bekerja dimalam hari. Hal ini diobrolkan secara insentif oleh Gubernur Khofifah bersama para UMKM.
Menurutnya, selain progam driver ojol, terdapat juga progam untuk para nelayan. Namun hal inii tidak bisa dilaksanakan secepat yang diharapkan.
“karena harus ada verifikasi ulang dari pemilik kartu Kusuka, ada yang mendapatkan intervensi progam dari pusat ada juga yang tidak. Agar tidak terjadi kelebihan, kita menyiapkan progam yang sudah terverifikasi baru bisa di intervensi,” jelasnya saat di Acara IKA Unair, Sabtu (24/9/2022).
Selain itu, ada program operasi pasar, program ini disiapkan untuk 25 sampling BPS, dan kebetulan di Pantura tidak ada yang jadi sampel BPS. Di Surabaya ada 5, Malang 2, Banyuwangi ada 4, semua sampling BPS harus dilakukan operasi pasar yang dilakukan disetiap hari Minggu dan Senin.
Gubernur Khofifah juga menjelaskan, bahwa ada program subsidi transport, yang dikhususkan untuk angkutan sungai dan danau antar pulau, terutama untuk para penumpang yang mendapatkan subsidi. Dan juga ada Trans Jatim Connect itu yang juga bersubsidi. Jadi terdapat banyak varian dengan total anggaran 257 Miliar.
“Trans Jatim Connect ini terdapat token yang menunggu cairnya APBD, token ini diberikan kepada masyarakat yang belum mendapatkan sambungan listrik secara gratis yang artinya mereka berasal dari keluarga kurang mampu. Nilai dari subsidi listrik ini kurang lebih bisa untuk satu setengah tahun,” imbuhnya.
“Tolong dihitung kembali kebutuhan di tiap SPBUN, Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum Nelayan. Harus dihitung mereka butuhnya berapa karena yang dihitung itu yang baru bisa disuplay oleh pertamina, misal butuhnya 40 ton setiap hari ya itu yang akan disuplay, itu harus diverifikasi kembali, insyaallah berada distok yang cukup,” pungkasnya. *** @hendra/rudy


