Proyek Galian Pipa PDAM Resahkan Warga Beji RW 04 Kel Pakal Surabaya
Editor : A Setiawan | 16.00 wib
Video ini menarik disimak, galian pipa PDAM di wilayah ds Beji kelurahan Pakal Surabaya, Rabu (12/10/2022).
----------------------------------------------------
Surabaya, NewsPantau.com -- 12 Oktober 2022 Desa Beji kelurahan pakal kecamatan pakal kota Surabaya warga resah dan mengeluh adanya galian pipa PDAM yang kedalamannya mencapai 1,5 meter. Khusus pedagang kecil yang terdampak langsung pada usahanya, "sepi mas gak ada pembeli sama sekali, semenjak ada proyek ini," katanya kepada wartawan, Rabu (12/10/2022).
Tim pantau bertanya langsung ke pemilik pedagang bakso , apa dapat Konpensasi dari pihak kontraktor galian PDAM, Tidak dapat mas, jawab pedagang bakso sukemi, untuk penghasilan sangat menurun drastis.
Kembali, tim melanjutkan konfirmasi ke pedagang klontongan yang terdampak langsung TOKO IDA, penghasilan tiap hari merosot tajam gara gara ada galian didepan toko saya," ujar Ida pemilik toko kelontongan.
Tim kembali bertanya ke cucian sepeda motor, yang punya usaha bernama Anton tetap mengeluh dengan kondisi jalan yang masih berlubang diberbagai titik, terutama warga yang tinggal disekitar Proyek Galian Pipa PDAM warga sekitar proyek galian pipa PDAM yang mempunyai usaha di tempat tinggalnya terganggu terkesan usahanya menjadi mati suri, itu semua dikarenakan kontraktor proyek tidak mengembalikan jalan seperti asalnya, sehingga dimusim hujan sekarang ini wilayah proyek galian PDAM didesa Beji kelurahan pakal penuh kumbangan berlumpur sehingga banyak terperosok ataupun tergelincir, apalagi tanpa adanya rambu-rambu yang dipasang dari pihak kontraktor proyek Galian Pipa PDAM Ganesha, jelas-jelas itu sangat membahayakan bagi kami, terutama pengguna jalan (pengendara)," katanya.
Saat pihak kontraktor PDAM Ganesha yg diwawancara bernama Denis selaku pelaksana dilapangan mengatakan ke tim news pantau, bahwa pihak PDAM Ganesha sudah memberi Konpensasi ke pak RW 004 sebesar Rp10 jt," katanya.Warga Beji yang terdampak langsung dan tidak mendapat Konfensasi oleh proyek galian PDAM Ganesha kembali resah dan geram, setelah ada tindakan dari kontraktor cuma hanya sekedar menguruk beberapa titik jalan yang berkumbang, dugaan dilapangan menggunakan pasir gumpal tanah. Bahwa semestinya proyek bila dianggap selesai bekas galian segera langsung ditutup sesuai dengan asalnya, semisal sertu atau aspal dan tidak dibiarkan begitu saja, yang terkesan dikerjakan secara santai sehingga merugikan warga dan pengguna jalan sepanjang proyek galian pipa pdam. Tak luput dari pantauan warga diduga bahwa awal pengurukan Galian Pipa PDAM menggunakan pasir gumpal, tidak menggunakan pasir murni yang sesuai standarisasi, bahwa seharusnya urugan pasir sebagai fungsi dari bantalan pipa sesuai dengan standarisasi pemasangan pipa, dimana spesifikasi yang ditentukan bahwa untuk ukuran semisal pipa lebih kurang 40 cm , urugan pasir sebelum pipa dipasang, setebal 10 cm, setelah pipa terpasang diatasnya diberi pasir lagi setebal 15 cm, dan begitu juga ruang sisi kanan dan kiri pipa juga harus terisi pasir murni. Sehingga tidak menimbulkan tanah turun (Ambles) yang sehingga menjadi berlubang.
Selanjutnya, awak media newspantau akan mendatangi kantor PDAM Ganesha yang berada di dukuh kupang guna untuk konfirmasi berita yang seimbang dan transparan untuk konsumsi public. **@iwn
(bersambung)

