Sukses, JAMARAH Angkatan Ke IV Digelar di Banyuwangi, Kemenag Jatim Gandeng Ra Fadil
Editor : Gus Wawan | 16.30 wib
Dok.newspantau/istimewa.
Dr Lia Istifhama,MEI., Sekretaris MUI Jatim saat menghadiri acara Kemenag Jatim JAMARAH dan sapa jamaah haji angkatan ke IV di hotel El Total Banyuwangi, Selasa (8/11/2022) kemarin.
----------------------------------------------------
NewsPantau.com -- Tepat pada Rabu, 9 November 2022, Jagong Masalah Umrah dan Haji (JAMARAH) dan Sapa Jamaah Haji Tahun 2022 Angkatan IV, digelar di Hotel El Royal, Banyuwangi. Acara yang diselenggarakan oleh Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur sebagai bentuk kemitraan dengan Komisi 8 DPR RI, dihadiri secara langsung oleh Ra Fadil, anggota Komisi 8 DPR-RI dari Fraksi Partai Nasdem.
Politisi muda yang bernama lengkap KH. Achmad Fadil Muzakki Syah, S.Pd.I., tersebut, menyampaikan beberapa poin penting.
“Dengan adanya Covid 19 dan pembatasan usia, maka kuota haji sebelumnya dipangkas menjadi 50 %. Namun insya Allah, pembatasan usia akan ditiadakan. Dan mohon doa dari semuanya agar tidak ada kendala apapun yang menghambat terpenuhinya kuota haji hingga 100 persen.”
Tak lupa, Ra Fadil mengapresiasi Menteri Agama, Gus Yaqut, yang turun secara langsung untuk memastikan kualitas pelayanan ibadah haji, seperti halnya konsumsi untuk jamaah dan Kondisi permondokan. Ra Fadil sendiri, juga mendapat apresiasi dari para peserta Jamarah.
Dok.newspantau/istimewa.
Dr Lia Istifhama,MEI., Sekretaris MUI Jatim saat menghadiri acara Kemenag Jatim JAMARAH dan sapa jamaah haji angkatan ke IV di hotel El Total Banyuwangi, Selasa (8/11/2022) kemarin.
----------------------------------------------------
“Kami dari KBIHU (Kelompok Bimbingan Ibadah Haji Dan Umrah), mengucapkan terimakasih pada Komisi VIII DPR RI, khususnya Ra Fadil yang telah memperjuangkan subsidi dalam perjalanan biaya haji.”
Ra Fadil juga menyita perhatian dengan cara menjawab pertanyaan di sesi dialog secara santai, diantaranya saat ada peserta yang meminta subsidi haji juga diperlakukan untuk jamaah ONH plus. Menanggapi aspirasi tersebut, Ra Fadil menegaskan bahwa dirinya belum bisa menjanjikan untuk mewujudkan aspirasi tersebut karena ONH plus seharusnya memang tidak disubsidi agar ada pemerataan subsidi.
Sedangkan dari jajaran Kemenag yang dikepalai oleh Dr. H Husnul Maram, M.H.I., hadir Kepala Bidang PHU Kanwil Kemenag Prov. Jawa Timur, Dr. KH. Abd. Haris Hasan, M.Pd.I., dan Sub Koord Administrasi Dana Haji dan Sistem informasi Haji Kanwil Kemenag Prov. Jawa Timur, Hj. Fentin Istifaiyah, MSi. Dari Kemenag Banyuwangi, hadir Kepala Kantor Kemenag Kab Banyuwangi, Dr. Moh. Amak Burhanudin, dan Kasubag TU Kemenag Kab Banyuwangi, Moh. Jali.
Sebagai Ketua Panitia, Fentin Istifaiyah menyampaikan tujuan berlangsungnya Jamarah yang di berbagai Kabupaten Kota di Jawa Timur.
“Jamarah menunjukkan eksistensi hadirnya pemerintah di tengah masyarakat. Dalam hal ini, Kemenag Hadir di tengah masyarakat sebagai bentuk keterbukaan atau transparansi dalam pelayanan penyelenggaraan ibadah haji dan umrah. Dan tentunya ini menjadi momentum meluruskan segala bentuk potensi disinformasi, terutama hoax, di tengah masyarakat.”
Sedangkan Kabid PHU, Dr. Abd. Haris Hasan, M.Pd.I., yang hadir sebagai narasumber, menyampaikan tentang kuota haji.
“Kegiatan ini merupakan kemitraan antara Kemenag dengan Komisi VIII DPR RI yang merupakan mitra kami dalam penyelenggaraan pelayanan ibadah haji. Peran Komisi VIII tentunya menjadi indikator penting dalam suksesnya pelayanan ibadah haji. Dan Ra Fadil merupakan salah satu tokoh penting untuk suksesnya tersebut.”
“Jawa Timur merupakan propinsi terbanyak yang pendaftar jamaah haji. Tentunya, dengan menjadi propinsi pendaftar jamaah haji terbanyak dari seluruh dunia, maka menjadi motivasi kami, Kemenag Jatim, untuk terus memperbaiki pelayanan dalam penyelenggaraan ibadah haji dan umrah, yaitu melalui berbagai simulasi pelayanan terbaik.”
Selain itu, Kabid PHU tersebut juga memotivasi para calon jamaah haji untuk meyakini bahwa ibadah haji merupakan bagian takdir.
“Ibadah haji harus disikapi sebagai takdir. Tugas kita sebagai manusia, adalah berikhtiar untuk mampu atau istita’ah menjalankan ibadah haji. Namun, berangkat tidaknya kita adalah takdir, yaitu di usia berapa atau akankah kita memenuhi panggilan Allah untuk berhaji? Yang terpenting kita bangun niat untuk beribadah. Tapi tetap kita berdoa agar kuota haji dapat ditingkatkan sehingga membuka kesempatan yang belum berhaji agar dapat menunaikan ibadah haji.”
Persoalan ketentuan mendampingi ibadah haji juga diterangkan oleh Haris Hasan sebagai konsekuensi batasan usia bagi jama’ah haji. Selain itu, inovasi pelayanan Ibadah haji juga menjadi materi dalam penyampaiannya.
“Adanya teknis secara online, diharapkan memberi kemudahan bagi calon jamaah ibadah haji”, pungkasnya, yang juga menerangkan bahwa kuota pemberangkatan haji disesuaikan ketentuan pemerintah Arab Saudi dengan pertimbangan kapasitas tempat pelaksanaan ibadah haji.
Sebagai tuan rumah, Kepala Kemenag Banyuwani, Amak Burhanudin, berharap Banyuwangi memiliki Pusat Pelayanan Haji Dan Umrah Terpadu (PLHUT).
“Kami siap meningkatkan pelayanan cepat tanggap untuk calon jamaah haji, dan kami berharap segera berkesempatan merealisasikannya melalui adanya PLHUT di Banyuwangi.”
Acara yang berlangsung di tengah kota yang disebut The Sunrise of Java tersebut, juga diwarnai berbagai pantun. Seperti pantun yang disampaikan oleh Haris Hasan:
“Saat di Madinah mampir ke kebun kurma. Cicipin kurma ajwa beberapa biji. Semoga dengan do'a berkah kita bersama. Suatu saat kita semua dapat tunaikan haji.”
Sedangkan moderator yang sekaligus Sekretaris MUI Jatim, Lia Istifhama, menyampaikan beberapa pantun, diantaranya:
Jalan-jalan ke taman Blambangan, jangan lupa beli kacamata
Akhirnya para hadirin sekalian,Waktu jualah yang memisahkan kita.
Pagi-pagi makan nasi goreng terasi, sungguh nikmat ditemani hangatnya singkong
Alhamdulillah acara sudah selesai, nyo'on saporanah dan mator sakalangkong. *** @gus/red

