Ribuan Warga Tumplek Blek Hadiri Perayaan Cap Go Meh di Balai Kota Surabaya: Gong Xi Fa Cai
----------------------------------------------------------
Surabaya, NewsPantau.com -- Pada 25-2-2024 ribuan warga Surabaya berbondong-bondong tumplek blek hadir ke Balai Kota memeriahkan perayaan Cap Go Meh. Tak hanya diramaikan oleh masyarakat etnis Tionghoa, tetapi juga warga yang tidak merayakan Imlek, memang luarbiasa warga Surabaya sangat tinggi junjung tinggi bertoleransi.
Masyarakat etnis Tionghoa kebanyakan menggunakan pakaian warna merah yang menjadi ciri khas. Banyak pentas, hiburan dan kuliner menarik warga untuk memeriahkan perayaan Cap Go Meh.
sejak pukul 18.00 WIB, Balai Kota sudah dipenuhi oleh masyarakat. Ada yang melihat pertunjukan seni oriental, musik klasik Mandarin, hingga yang poling dinanti-nantikan yakni Barongsai.
Ada pula sejumlah UMKM yang turut meramaikan acara dengan menjual aneka kuliner yang tak pernah sepi dari pembeli. Selain menikmati pertunjukan acara, mereka juga menikmati aneka jajanan.
Dok.newspantau/istimewa.
Salah satu warga etnis Tionghoa dari Paguyuban Masyarakat Tionghoa, Mega Dewi (73) mengaku antusias untuk menghadiri perayaan Cap Go Meh di balai kota Surabaya.
"Bagus kegiatannya, masyarakat membaur. Harapannya bisa seterusnya begini. Semuanya tertib, sudah dapat lontong Cap Go Meh, roti, gratis. Undangan dari baginya ke yayasan, sasana. Rasanya Cap Go Meh enak, sedikit, tapi saya cukup," kata Mega kepada awak media Minggu (25/2/2024).
Sementara, Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi (cak Eri) mengatakan, bahwa perayaan Cap Go Meh ini bisa menyatukan tali silaturahmi, rasa persaudaraan antar sesama tanpa melihat suku, RAS, budaya dan agama. Toleransi yang dibangun ini terus dijadikan ciri arek-arek Suroboyo.
"Disini memperingati Tahun Baru Imlek, Balai Kota ini rumah bersama. Ketika ada perayaan Natal, Tahun Baru Imlek. Ini bukan perayaan, tapi seperti tradisi yang harus dilakukan di Kota Surabaya. Cap Go Meh dengan waktu singkat bisa terlaksana di Balai Kota," ujar Cak Eri dalam sambutannya.
Dok.newspantau/istimewa.
"Matur nuwun kebersamaannya, inilah Surabaya tidak bisa dipisahkan dengan apa pun. Menunjukkan arek-arek Suroboyo NKRI harga mati, bisa melakukan hal luar biasa bersama. Ada kolontang ditampilkan, seni, tidak lepas dalam budaya," ucap cak Eri.
"Semoga di Tahun Baru Imlek ini kita diberi kesehatan Tuhan Yang Maha Era, dengan kebaikan-kebaikan yang dilakukan saudara saya, Surabaya menjadi kota aman nyamam dan tenang. Selamat Tahun Baru, Gong Xi Fa Cai," imbuhnya.
Sebelumnya, Pemkot Surabaya mengundang sekitar 5.000 orang yang tergabung dalam 70 yayasan masyarakat Tionghoa se-Surabaya diajak meramaikan perayaan Cap Go Meh.
Dalam perayaan Cap Go Meh ada berbagai kegiatan menarik, mulai dari penampilan musik oriental Kemuning, Barongsai Naga dan Wushu, penampilan kolaborasi kolintang, angklung, gamelan, orkestra dan musik klasik mandarin," tandasnya.
Dok.newspantau/istimewa.









