Kunker ke RSUD Haji Surabaya, Komite III DPD RI Lia Istifhama Apresiasi Mimpi Besar Khofifah
Editor : Andi SHM | 20.00 wib
Dok.newspantau/istimewa.
KUNKER: Anggota Komite III DPD RI, Dr.Lia Istifhama, MEI. dalam pertemuan dengan para Direktur dan manajemen RSUD Haji Surabaya, Rabu (8/1/2025).
----------------------------------------------------------------
Surabaya, NewsPantau.com -- Anggota Komite III DPD RI Dr. Lia Istifhama, MEI. melakukan kunjungan kerja (kunker) ke RSUD Haji Provinsi Jawa Timur, Rabu (8/1). Pertamuan ini disambut baik oleh Direktur Umum RSUD Haji, dr. Tauhid Islamy Sp.OG. Subsp.K.Fm, serta para wadir dan jajaran fungsional rumah sakit tersebut.
Banyak hal menarik yang dibahas dalam pertemuan itu. Antara lain soal mimpi besar RSUD Haji dalam rangka membangun gedung khusus atau pusat perawatan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan di wilayah tersebut.
Gedung ini dirancang untuk memenuhi misi Kementerian Kesehatan dalam pengembangan layanan khusus Kanker, Jantung, Stroke dan Uro-Nefrologi (KJSU) serta kesehatan ibu dan anak (KIA).
"Pembangunan ini bertahap atau multiyears. Pada tahun pertama, fokusnya adalah pembangunan fisik gedung. Kemudian pengadaan alat kesehatan dijadwalkan pada tahun kedua. Namun, penyelesaian total proyek baru dapat terpenuhi pada tahun kelima. Semoga ini menjadi single year," jelas dr. Tauhid.
Dok.newspantau/istimewa.
KUNKER: Anggota Komite III DPD RI, Dr.Lia Istifhama, MEI. dalam pertemuan dengan para Direktur dan manajemen RSUD Haji Surabaya, Rabu (8/1/2025).
----------------------------------------------------------------
Ia menambahkan, saat ini RSUD Haji menghadapi tantangan berat untuk dapat bersaing dengan lebih dari 60 rumah sakit lain yang tersebar di Jawa Timur.
Dengan hadirnya gedung khusus ini, RSUD Haji optimis mampu meningkatkan pelayanan kesehatan yang lebih unggul dan kompetitif, sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
"Fasilitas ini dirancang untuk memberikan layanan yang lebih spesifik dan kompleks, dan mendukung prioritas nasional yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan," kata dr. Tauhid.
Dalam kunker ini, Lia Istifhama menyatakan komitmennya untuk membantu memperjuangkan aspirasi tersebut.
"Kami akan menyampaikan mimpi besar ini pada Kementerian Kesehatan RI, mengingat RSUD Haji jadi jujugan pelayanan kesehatan di Jatim. Saya kira ini juga sebagai salah satu pusat layanan kesehatan bagi warga di Indonesia Timur dan wilayah lain yang mungkin tidak terlayani akibat jarak dan sebagainya, maka layanan dilakukan di sini. Terutama pelayanan jamaah haji baik embarkasi debarkasi, juga pekerja migran," ungkap senator asli Surabaya ini.
Ia juga menyebut mimpi besar itu selaras dengan keinginan Gubernur Terpilih Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.
“Kita semua tahu bahwa visi besar Ibu Khofifah adalah Jatim Gerbang Baru Nusantara. Dan salah satu sektor penting adalah kesehatan. Bahwa posisi strategis Jawa Timur pasti menjadikan Jatim salah satu posisi sentral dalam layanan kesehatan. Maka, RSUD Haji juga menjadi atensi khusus karena penguat mimpi besar Ibu Khofifah,” tambahnya.
Menurut dia, RSUD Haji memiliki potensi besar untuk menjadi pusat layanan kesehatan unggulan di Jawa Timur. Sehingga perlu mendapat dukungan secara maksimal. Apalagi RSUD Haji terus meingkatkan pelayanan untuk pasien BPJS Kesehatan.
Dok.newspantau/istimewa.
KUNKER: Anggota Komite III DPD RI, Dr.Lia Istifhama, MEI. dalam pertemuan dengan para Direktur dan manajemen RSUD Haji Surabaya, Rabu (8/1/2025).
----------------------------------------------------------------
Selain itu, RSUD Haji sangat efektif efisien dalam menjalankan skema pelayanan kesehatan.
"Di antaranya pelayanan jamaah haji dalam satu gedung sebagai bentuk hazard atau pencegahan risiko dalam pelayanan kesehatan jika tidak tersentral dalam satu gedung," kata senator yang karib disapa Ning Lia itu.
Dalam kesempatan tersebut, ia sekaligus menginventarisir masalah yang ada di RSUD Haji dan perlu disampaikan ke pemerintah.
"Ada banyak hal yang harus menjadi usulan terkait pengembangan layanan kesehatan sesuai yang disampaikan RSUD Haji. Di antaranya percepatan koordinasi antara RSUD Haji dengan rumah sakit di daerah, misalnya dinkes setempat, karena situasi di lapangan tentu beragam. Ada pasien yang meminta rawat jalan kembali ke domisilinya masing-masing atau sebaliknya, yang ingin dirujuk ke RSUD Haji. Percepatan sangat penting mengingat pasien tentu berharap pelayanan cepat,” jelasnya.
Ia juga menyoroti masalah yang muncul terkait layanan pasien BPJS Kesehatan.
“Terkait potensi tudingan fraud dalam klaim BPJS Kesehatan, mengingat dalam kenyataan, ada saja kejadian yang tidak bisa normatif sesuai prosedur yang diharapkan. Misal, kelahiran bayi atau bayi sakit sedangkan ia tidak memiliki akta kelahiran akibat tidak ada pengakuan ayah si bayi.”
“Kemudian, SEP atau surat eligible peserta bahwa banyak pasien yang datang ingin dilayani kesehatan di luar jadwal kontrol seharusnya. Dan lagi-lagi, ini semua kan muaranya pada tanggung jawab moral kesehatan. Ada lagi masalah lain, yaitu pelayanan terhadap pasien dengan sakit ringan dan pasien dengan kendala domisili, sedangkan sekali lagi, mereka memang ingin dilayani, apalagi jika jamaah haji, bagaimana bisa menolak harapan mereka agar dilayani sebagai pasien BPJS Kesehatan?”
Sedangkan dr. Tauhid, menyampaikan harapan besar pada senator Lia Istifhama agar semua inventarisir masalah dapat tersampaikan ke pemangku kebijakan.
“Kami tentu berharap hadirnya senator kebanggaan asal Jatim, menjadi pintu penguat ikhtiar bersama peningkatan layanan kesehatan, terlebih di sebuah rumah sakit yang memiliki nama marwah besar, yaitu berlabel ‘Haji’,” harapnya. *** @andi/nur
#Komite III DPD RI
#DPD RI Lia Istifhama
#Dr Lia Istifhama
#RSUD Haji Surabaya
#dr Tauhid Islamy
#Surabaya-Jawa Timur


