Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Kajian Ahad Pagi PCM Krembangan Hadirkan Rektor UM Surabaya, Ulas Ragam Penyakit Hati dan Cara Mengatasinya

Editor : Sulis Setiawan | 13.00 wib
Dok.newspantau/istimewa.
Surabaya, NewsPantau.com -- Rektor UM Surabaya, Mundakir menyampaikan jenis penyakit hati kepada semua jamaah yang hadir 
KLIKMU.CO – Kajian Ahad Pagi Majelis Tabligh PCM Krembangan kembali digelar. Pengajian bulanan yang dilaksanakan setiap Ahad pertama tersebut kali ini bertempat di Masjid At-Taqwa, Alun-alun Dupak Bangunsari Selatan No. 7-9 Surabaya, pada Ahad (2/2/2025).

Dengan mengambil tema Penyakit Jiwa dalam Islam, hadir sebagai pembicara Rektor Universitas Muhammadiyah (UM) Surabaya Dr Mundakir SKep Ns MKep FISQua.

Pada awal kajian Mundakir mengatakan bahwa ada tiga manfaat berkumpul bersama. Tiga manfaat itu yakni adanya konektivitas, relasi semakin kuat, dan bisa mengurangi penyakit hati. “Senang itu sehat. Hormon bahagia akan muncul seperti dopamin, serotonin, dan endorfin. Sebaliknya, kalau menyendiri saja, akan muncul hormon adrenalin,” ujarnya.

Orang sehat harus seimbang dalam empat hal yakni biologis, psikologis, sosial, dan spiritual. Orang yang sehat tentu rajin berolahraga dan menjaga pola makan. Selain itu orang sehat juga berpikir positif. Kehidupan sosialnya pun baik, tidak menjadi pribadi yang tertutup dan egois. Orang yang sehat secara spiritual yakin ada Allah yang selalu mengawasi. “Kalau spiritual seseorang tidak sehat, maka hal-hal jahat akan dilakukan,” ucapnya.

Dalam masyarakat ada yang dinamakan dengan potologi sosial. Patologi sosial adalah semua tingkah laku yang bertentangan dengan norma kebaikan, stabilitas lokal, pola kesederhanaan, moral, hak milik, solidaritas kekeluargaan, hidup rukun bertetangga, disiplin kebaikan, dan hukum formal. Faktor penyebabnya adalah ekonomi, keluarga, dan asmara.

Menurut Hasan Muhammad as-Syarqawi ada sembilan penyakit hati dalam diri seseorang. Penyakit tersebut yakni riya’, marah, sombong, iri, was-was, putus asa (frustrasi) , teperdaya, rakus, dan lupa (lalai).

Riya’ bersifat tipis atau samar. Untuk menghindarinya luruskan niat dalam melakukan kebaikan. Marah membuat berhentinya berpikir yang logis. Bila marah, segeralah ambil wudhu. Bila marah dalam keadaan berdiri, hendaklah segera duduk. “Jangan ambil keputusan waktu marah karena hasilnya pasti tidak baik dan tidak melalui proses berpikir yang jernih,” tegasnya.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya “Janganlah marah maka bagimu surga”. Mundakir lantas berkata bahwa orang yang marah dekat dengan hipertensi, gangguan jantung, dan neraka.

Pada akhir kajian Mundakir memaparkan hadits tentang orang mukmin. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya “Sungguh menakjubkan keadaan seorang mukmin. Seluruhnya urusannya itu baik. Ini tidaklah didapati kecuali pada seorang mukmin. Jika mendapatkan kesenangan, maka ia bersyukur. Itu baik baginya. Jika mendapatkan kesusahan, maka ia bersabar. Itu pun baik baginya.” *** tim/sulis