SPMB Sekolah Negeri Membludak, Anggota DPD RI Lia Istifhama: Saatnya Sekolah Swasta Unjuk Kualitas
Editor : Nur Fadilah | 16.30 wib
Dok.newspantau/istimewa.
Anggota DPD RI Dr. Lia Istifhama, M.E.I.
----------------------------------------------------------------
Surabaya, NewsPantau.com -- Sistem zonasi dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) atau Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) di sekolah negeri kembali menjadi sorotan. Lonjakan jumlah pendaftar di sekolah negeri yang menyebabkan rebutan kuota (pagu) kursi menjadi fenomena tahunan.
Menanggapi hal ini, Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Dr. Lia Istifhama, mengajak masyarakat untuk mulai melirik sekolah swasta berkualitas sebagai alternatif solusi yang patut diperhitungkan.
Menurut Ning Lia, sapaan akrabnya, kondisi membludaknya pendaftar di sekolah negeri semestinya dapat menjadi momentum bagi sekolah swasta untuk menunjukkan keunggulan dan meningkatkan kualitasnya, baik dari sisi kurikulum, lingkungan belajar, hingga profesionalisme tenaga pendidik.
“Sekolah negeri memang gratis, tapi sekolah swasta juga tidak kalah dari sisi kualitas. Banyak sekolah swasta yang sudah membangun standar tinggi sejak lama. Ini saatnya sekolah swasta hadir sebagai pilihan utama, bukan hanya alternatif terakhir,” ujar Ning Lia, Senin (23/6/2025).
Ia menegaskan, jika pemerintah ingin mendorong sekolah swasta untuk mengikuti konsep pendidikan gratis, maka perlu dukungan anggaran operasional yang memadai, termasuk untuk kesejahteraan guru dan kelengkapan fasilitas belajar.
“Kita tidak bisa menutup mata bahwa mutu pendidikan tidak bisa dilepaskan dari pembiayaan. Jika sekolah swasta diarahkan untuk gratis, maka subsidi pemerintah harus cukup mengganti biaya operasional yang sebelumnya ditopang masyarakat,” tegasnya.
Selain itu, Ning Lia juga menyoroti pentingnya menjaga keseimbangan antara sekolah negeri dan swasta agar tidak terjadi diskriminasi dalam penerimaan murid. Ia meminta agar tidak ada penambahan pagu berlebihan di sekolah negeri yang berpotensi meminggirkan eksistensi sekolah swasta.
“Kita butuh kebijakan yang proporsional. Jangan sampai keinginan memperluas akses pendidikan justru menurunkan kualitasnya. Sekolah negeri dan swasta harus bisa saling mengisi dan maju bersama,” tambahnya.
Tak hanya soal biaya dan mutu, Ning Lia juga mengingatkan guru bahagia adalah kunci dari pendidikan yang berkualitas.
“Kalau pendapatan guru dipenuhi sesuai kebutuhan, mereka akan mengajar dengan sepenuh hati. Tapi jika dibayar asal-asalan, jangan heran jika proses belajar mengajar menjadi asal-asalan juga,” tandasnya.






.jpg)