Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Anggota DPD RI Lia Istifhama Sebut Khofifah Pemimpin Paripurna, Berhasil Jadikan Jawa Timur Pelopor Gerakan Ekonomi Rakyat Indonesia

Editor : Andi SHM | 20.00 wib
Dr. Lia Istifhama anggota DPD RI asal Jawa Timur.

SURABAYA, NewsPantau.com — Momen Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 begitu istismewa di Gedung Grahadi, Minggu (12/10/2025). Berbagai capaian diraih oleh provinsi yang dipimpin Gubernur Khofifah Indar Parawansa. Atas capaian tersebut, Anggota DPD RI Dapil Jawa Timur, Lia Istifhama mengapresiasi kepemimpinan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa telah menghadirkan kemajuan nyata dan berkelanjutan bagi provinsi dengan penduduk terbesar kedua di Indonesia itu. 

Menurut Ning Lia, capaian Jawa Timur selama lima tahun terakhir membuktikan bahwa Khofifah adalah sosok pemimpin paripurna, figur yang mampu memadukan visi ekonomi, sosial, dan moral dalam pembangunan daerah. Dengan keberhasilan tersebut, ekonomi dan kekuatan Jatim sudah harus go global.

“Jawa Timur hari ini tidak hanya kuat secara ekonomi, tetapi juga tangguh secara sosial. Kepemimpinan Ibu Khofifah menegaskan arti penting gotong royong dan kemandirian rakyat dalam mewujudkan kesejahteraan bersama,” ujar Lia Istifhama di Surabaya, Minggu (12/10).
Menurutnya, Khofifah adalah pemimpin yang paripurna hingga membuat gerakan ekonomi rakyat dengan berbagai program. “Capaian ini bukan kebetulan, melainkan hasil dari konsistensi pemerintah provinsi dalam memperkuat sektor riil mulai dari pertanian, peternakan, industri, hingga koperasi,” tambah Ning Lia.

Jawa Timur kini telah menjadi “gerbang baru Nusantara”, dengan geliat ekonomi yang merata di berbagai sektor. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi Jatim pada triwulan kedua 2025 mencapai 3,9 persen, tertinggi di Pulau Jawa.
Salah satu program yang menurutnya paling berdampak adalah Koperasi Merah Putih, yang menjadi pelopor gerakan ekonomi rakyat. Program ini telah mendorong tumbuhnya 8.494 koperasi baru di berbagai kabupaten/kota di Jawa Timur dan menjadi simbol kemandirian ekonomi masyarakat.

“Program Koperasi Merah Putih adalah bentuk nyata keberpihakan pada ekonomi rakyat. Ini sejalan dengan semangat konstitusi, bahwa kesejahteraan harus dibangun dari bawah,” tegas Lia.
Sementara itu, Gubernur Jatim Khofifah mengatakan Jawa Timur berhasil menekan kemiskinan ekstrem dari 4,44 persen pada 2020 menjadi hanya 0,66 persen. Angka tersebut sekaligus menempatkan Jatim sebagai salah satu provinsi dengan penurunan kemiskinan tercepat di Indonesia.
Selain itu, desa mandiri di Jawa Timur kini mencapai 4.716 desa, jumlah tertinggi secara nasional.

“Inilah bukti bahwa pembangunan berbasis desa bukan jargon, tetapi kerja nyata. Desa-desa mandiri di Jatim adalah benteng ketahanan sosial dan ekonomi nasional,” katanya.

Berdasarkan data BPS per Oktober 2025, produksi gabah kering Jawa Timur mencapai 12 juta ton, tertinggi di Indonesia, dengan lahan pertanian seluas 1,571 juta hektare. Capaian ini mempertegas posisi Jatim sebagai lumbung pangan nasional dan penopang ketahanan pangan Indonesia.
Selain itu, enam putaran misi dagang yang digelar Pemprov Jatim berhasil menembus nilai transaksi di atas Rp 1 triliun. Menurutnya, ini menandakan bahwa Jatim bukan hanya pusat produksi, tetapi juga memiliki daya saing tinggi di pasar nasional dan global.

Khofifah mengatakan masyarakat Jawa Timur inklusif, sinergis, dan adaptif. Maka dari itu, Pemprov merangkul berbagai elemen pemerintah, akademisi, pemuda, dan pelaku usaha untuk bersama membangun daerah.
Menurutnya, filosofi pembangunan Jawa Timur yakni BISA yang memiliki makna ‘Berjaya, Inklusif, Sinergis, dan Adaptif,’ menjadi model kepemimpinan daerah yang bisa ditiru secara nasional.  *** @andi/nurf