Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Jenguk Korban Ambruknya Musala Al Khoziny di RS Siti Hajar, Senator Ning Lia Kagum Ketegaran dan Kesabaran Orang Tua Santri

Editor : Andi SHM | 03.00 wib
Dr. Lia Istifhama anggota DPD RI asal Jawa Timur saat menjenguk santri Korban Ambruknya musala Al Khoziny, merasa Kagum kepada orang tua santri, Kamis (2/10/2025).

SIDOARJO, NewsPantau.com – Raut wajah haru tak bisa disembunyikan ketika Anggota DPD RI asal Jawa Timur Lia Istifhama, menjenguk tiga santri korban ambruknya bangunan musala Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Khoziny, Buduran, Sidoarjo. Mereka yang selamat kini masih dirawat intensif di RS Siti Hajar, Kamis (2/10).
Santri tersebut adalah Royhan (16) asal Bangkalan, Abdin Ramadhani (18) asal Probolinggo, dan Shaka Nabil (16) asal Lumajang. Ketiganya mengalami luka cukup serius setelah berhasil dievakuasi dari reruntuhan bangunan yang ambruk pada Senin (29/9) sore.

Lia Istifhama atau akrab disapa Ning Lia, tak kuasa menahan kekaguman terhadap seluruh santri dan keluarga korban. Menurutnya, ketegaran para santri yang berjuang melawan sakit tidak terlepas dari kekuatan doa dan kesabaran orang tua mereka.

“Mereka luar biasa ketegarannya. Saya lihat langsung Royhan, kakinya masih digips karena retak tulang, tangannya juga. Tapi ibunya tetap kuat mendampingi dengan penuh sabar. Ini luar biasa,” ucap Ning Lia dengan nada haru.

Pihaknya dukungan keluarga adalah obat paling mujarab bagi para korban untuk kembali pulih. 

“Pasti itu ketegaran yang tidak mudah. Kita semua doakan semoga mereka segera pulih, pulih seperti semula,” tambahnya.

Keharuan makin terasa ketika para ibu korban menceritakan kondisi anak mereka. Mayuni, ibu dari Royhan, datang jauh-jauh dari Bangkalan untuk mendampingi putranya. 

“Anak saya retak tulang kaki dan tangan. Belum bisa pulang. Terima kasih atas doa dan dukungan semuanya, terutama dari Ibu Lia yang sudah hadir,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca. 

Munik, orang tua Abdin, tak kalah tegar. Ia menceritakan anaknya mengalami muntah, pusing, dan mimisan akibat gumpalan pada pembuluh darah. 

“Anak saya sempat muntah terus. Alhamdulillah sekarang mulai ditangani dokter. Kami hanya bisa pasrah dan berdoa,” ucapnya lirih.

Suparti, ibu dari Shaka Nabil, terus mendampingi putranya yang mengalami cedera di kepala. Meski lelah, ia tetap berusaha kuat. 
Dr. Lia Istifhama anggota DPD RI asal Jawa Timur saat menjenguk santri Korban Ambruknya musala Al Khoziny, merasa Kagum kepada orang tua santri, Kamis (2/10/2025).

“Yang penting anak saya selamat, semoga cepat pulih,” tuturnya singkat dengan senyum penuh ikhlas.

Selain mendoakan korban yang dirawat, Ning Lia juga menyampaikan empati mendalam kepada keluarga santri yang masih menunggu proses evakuasi.

“Kita semua berdoa untuk para wali santri yang masih menanti kabar anak-anak mereka. Semoga Allah beri ketegaran, dan semoga yang belum ditemukan segera diselamatkan,” kata Ning Lia.

Dalam kesempatan itu, Putri KH Maskur Hasyim turut mengapresiasi kerja sama antara pemerintah pusat, provinsi, daerah, serta relawan dan Basarnas yang bekerja tanpa lelah.

“Kolaborasi yang baik ini membuktikan bahwa dalam musibah kita bisa bersatu. Semoga evakuasi segera selesai, para korban dirawat intensif, dan keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan,” pungkasnya.  *** @andi/nurf