Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

DPD RI Lia Istifhama Apresiasi Layanan RSUD Dr Soetomo: Ini Bukti Rumah Sakit Pemerintah Gerak Cepat Jemput Pasien Lewat OM@H Mobile

Editor : Andi SHM | 18.30 wib
Dr. Lia Istifhama anggota komite III DPD RI asal Jawa Timur.

SURABAYA, NewsPantau.com -- Perlu diketahui,  Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr Soetomo melaunching OM@H (Outreach Medical at Home). Inovasi tersebut adalah OM@H (Outreach Medical at Home), program layanan kesehatan bergerak yang memungkinkan rumah sakit menjemput dan merawat pasien langsung di rumah. Apresiasi launching tersebut disambut antusias Anggota DPD RI Lia Istifhama. Menurut Ning Lia sapaan akrab Lia Istifhama, program ini dinilai menjadi jawaban atas kebutuhan masyarakat terhadap pelayanan medis yang lebih manusiawi, inklusif, dan mudah dijangkau.  Sebuah inovasi pelayanan kesehatan yang dilakukan oleh RSUD dr. Soetomo Surabaya, rumah sakit rujukan utama di Jawa Timur sekaligus rumah sakit tipe A terbaik di wilayah Indonesia Timur.

“OM@H Mobile Soetomo ini luar biasa, menjadi jawaban bagi masyarakat yang sulit menjangkau layanan kesehatan. Rumah sakit tidak lagi hanya menunggu pasien datang, tapi justru menjemput dan memberikan perawatan langsung di tempat mereka yang membutuhkan,” ujar Lia Istifhama, Minggu (2/11/2025).

Program OM@H Mobile Soetomo dilengkapi dengan mobil medis modern berisi peralatan lengkap, obat-obatan, hingga tenaga kesehatan profesional. Layanan ini menyasar pasien dengan kondisi kronis, terminal, atau keterbatasan mobilitas yang lebih nyaman dirawat di rumah bersama keluarga.
Berdasarkan data RSUD dr. Soetomo, jumlah pasien dengan penyakit kronis dan kebutuhan layanan perawatan jangka panjang terus meningkat setiap tahunnya. Pada 2024, tercatat lebih dari 42 ribu pasien kronis menjalani perawatan berulang, sementara kasus pasien dengan mobilitas terbatas meningkat hampir 30 persen dalam dua tahun terakhir.

Ning Lia, sapaan akrabnya, menegaskan agar program OM@H diprioritaskan untuk masyarakat kurang mampu, terutama di wilayah sekitar Surabaya dan daerah penyangga seperti Sidoarjo, Mojokerto, dan Bangkalan.

“Masih banyak warga di Jawa Timur yang tidak mampu mengakses rumah sakit. Mereka berada di desil satu dan dua, kategori miskin ekstrem. Saya berharap RSUD dr. Soetomo memperluas jangkauan layanan jemput pasien ini untuk mereka,” tegas Putri KH Maskur Hasyim tersebut.

Program OM@H juga diapresiasi karena sifatnya proaktif dan preventif. Tim medis tidak hanya menjemput pasien, tetapi juga melakukan pemeriksaan, pengobatan, hingga edukasi kesehatan langsung di lapangan.

“Mereka datang tidak hanya sekadar menjemput, tapi juga mengobati. Ini sesuatu yang langka dan sangat maju. RSUD dr. Soetomo berhasil menghadirkan harapan baru bagi masyarakat miskin di sekitarnya,” kata Ning Lia.

Ning Lia menilai, jika dikembangkan secara berkelanjutan, OM@H bisa menjadi model layanan rumah sakit publik yang inovatif, empatik, dan adaptif terhadap tantangan sosial.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa turut menyampaikan apresiasi terhadap inovasi yang dilakukan RSUD dr. Soetomo. Menurutnya, program OM@H menjadi bukti nyata bahwa layanan kesehatan di Jawa Timur semakin inklusif dan adaptif terhadap kebutuhan masyarakat.

“RSUD dr. Soetomo menunjukkan bahwa rumah sakit milik pemerintah juga bisa bergerak cepat dan inovatif. Layanan jemput pasien ini menjadi wujud nyata keberpihakan terhadap masyarakat kecil dan pasien kronis yang membutuhkan perhatian lebih,” ujar Khofifah.

Ia menambahkan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur akan terus mendukung pengembangan program serupa di rumah sakit daerah lainnya agar akses layanan kesehatan dapat lebih merata.

“Kami ingin memastikan setiap warga, dari kota hingga pelosok, memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan layanan kesehatan bermutu. Inovasi seperti OM@H ini harus diperluas,” tegas Khofifah.  *** @andi/red