Fenomena DA7 Virtual Gift! Banjir Dukungan dan Meski Tak Juara, Senator Lia Istifhama: Intinya Valen Didukung Jelas dan Riil
Editor : Nur Fadilah | 13.00 wib
Dr. Lia Istifhama anggota DPD RI asal Jawa Timur pendukung berat Valen Pamekasan. (Foto Istimewa).
SURABAYA, NewsPantau.com — Fenomena ajang kompetisi berbasis gift virtual yang marak di berbagai platform digital terus menjadi perhatian publik. Selain dukungan berupa gift berbayar, kolom komentar juga dipenuhi berbagai bentuk dukungan dari masyarakat. Model partisipasi digital ini dinilai sebagai wajah baru kompetisi di era teknologi.
Menanggapi fenomena tersebut, Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Dr. Lia Istifhama, M.E.I., menilai bahwa sistem gift virtual merupakan hal yang wajar selama dijalankan secara transparan, jujur, dan bertanggung jawab.
“Dukungan itu terlihat jelas, baik melalui gift maupun komentar. Siapa pun yang memberi dukungan, orang-orangnya jelas. Di situlah yang harus kita soroti, kejujuran harus dijaga,” ujar senator yang akrab disapa Ning Lia.
Menurutnya, transformasi dunia hiburan dan kompetisi ke ranah digital tidak dapat dihindari. Gift virtual merupakan bentuk dukungan modern yang sah, selama mekanismenya terbuka dan tidak menimbulkan keraguan di tengah publik.
Dr. Lia Istifhama anggota DPD RI asal Jawa Timur pendukung berat Valen Pamekasan. (Foto Istimewa).
Ia menekankan bahwa keterbukaan sistem dan kejujuran partisipasi menjadi kunci utama agar tidak memicu persepsi negatif. Transparansi, baik dari penyelenggara maupun pendukung, akan membuat publik yakin bahwa dukungan yang diberikan benar-benar murni dan sukarela.
Dalam salah satu ajang kompetisi nasional, peserta asal Jawa Timur, Valen, tercatat menerima banjir dukungan, baik melalui gift virtual maupun komentar dukungan yang masif dari masyarakat. Dukungan tersebut mengalir secara konsisten dan terlihat nyata di ruang publik digital.
Menanggapi hal itu, Lia Istifhama menyebutnya sebagai bukti soliditas dan kekompakan masyarakat Jawa Timur dalam mendukung talenta daerahnya. “Ini menunjukkan bahwa dukungan masyarakat Jawa Timur itu nyata, jelas, dan solid,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa dukungan digital yang sehat mencerminkan rasa memiliki dan kebanggaan terhadap potensi daerah. Selama dijalankan secara sportif dan jujur, kompetisi berbasis digital justru dapat menjadi sarana promosi positif bagi talenta lokal ke tingkat nasional.


