Hari HIV/AIDS Sedunia, Senator Lia Istifhama Ajak Masyarakat Luas Ciptakan Lingkungan Aman, Perkuat Kepedulian dan Bebas Stigma
Editor : Andi Makasar | 22.00 wib
Dr. Lia Istifhama anggota DPD RI asal Jawa Timur. Foto istimewa.
SURABAYA, NewsPantau.com – Memperingati Hari HIV/AIDS Sedunia setiap 1 Desember, anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama (sapaan Ning Lia) mengajak seluruh masyarakat untuk menumbuhkan solidaritas, kepedulian, dan empati kepada orang dengan HIV/AIDS (ODHA). Menurutnya, melawan HIV bukan hanya soal angka dan data, tetapi tentang bagaimana masyarakat bersama-sama menciptakan lingkungan yang aman, peduli, dan bebas stigma.
Jawa Timur tahun ini kembali menjadi provinsi dengan lonjakan kasus HIV/AIDS tertinggi secara nasional. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan dan Dinas Kesehatan Jatim 2025, jumlah penderita mencapai 65.238 orang. Dalam rentang Januari hingga Maret saja, tercatat 2.599 kasus baru, memperlihatkan bahwa tantangan penanggulangan HIV masih sangat besar.
Di tingkat kota/kabupaten, Surabaya mencatat angka tertinggi, yakni 368 kasus menurut data Badan Pusat Statistik terbaru. Meski angka tersebut sempat turun pada periode sebelumnya, Surabaya tetap menjadi daerah dengan beban kasus terbesar.
Senator Ning Lia menegaskan bahwa persoalan HIV tidak bisa hanya diselesaikan melalui program medis. Salah satu hambatan terbesar adalah stigma. Banyak ODHA yang enggan memeriksakan diri, takut mendapatkan perlakuan berbeda, atau merasa dikucilkan oleh lingkungan.
“HIV bukan akhir dari segalanya. Mereka yang hidup dengan HIV bisa tetap sehat, produktif, dan berkontribusi bagi masyarakat. Yang harus kita lawan adalah diskriminasi dan ketidaktahuan. Edukasi adalah kunci,” tegas Ning Lia.
Edukasi Publik: Apa yang Harus Kita Pahami?
1. HIV tidak menular melalui sentuhan, pelukan, makan bersama, atau berdekatan dengan ODHA.
Penularan hanya terjadi melalui hubungan seksual tidak aman, penggunaan jarum suntik bersama, atau dari ibu ke anak tanpa pengobatan.
2. ODHA yang rutin menjalani terapi ARV dapat hidup normal dan sehat.
Banyak dari mereka beraktivitas seperti biasa, bekerja, berkeluarga, dan berkontribusi bagi masyarakat.
3. Deteksi dini menyelamatkan hidup.
Pemeriksaan sukarela (VCT) dan skrining dini sangat penting. Semakin cepat terdeteksi, semakin efektif pengobatan.
4. Hentikan stigma, mulai dari diri sendiri.
Tidak ada alasan untuk menjauhi atau mengucilkan ODHA. Sikap positif dan dukungan sosial justru membuat mereka lebih kuat menjalani pengobatan.
Senator Ning Lia berharap momentum Hari HIV/AIDS Sedunia ini dapat menyadarkan semua pihak bahwa perjuangan melawan HIV bukan hanya tugas tenaga kesehatan atau pemerintah, tetapi tanggung jawab seluruh lapisan masyarakat.




