Haul ke-16 Dihadiri Tokoh Nasional Yenni Wahid, Anggota DPD RI Ning Lia Istifhama hingga Jajaran Forkopimda Jatim: Tasyakuran Gelar Kepahlawanan Gus Dur di Surabaya, Teladani demi Khairunnas Anfa'uhum Linnas
Editor : Syamsul Anam | 14.00 wib
Dr. Lia Istifhama anggota DPD RI asal Jatim, Putri Gus Dur Yenni Wahid dan tokoh nasional hingga Jajaran Forkopimda Jatim, Kementrian Surabaya hadiri Haul ke-16 thn dan tasyakuran gelaran Kepahlawanan Gus Dur di Taman Bungkul Surabaya, Kamis (18/12). (Foto Istimewa).
SURABAYA, NewsPantau.com — Barikade Gus Dur (BGD) Jawa Timur menggelar Haul ke-16 KH. Abdurrahman Wahid atau Gus Dur di Taman Bungkul, Surabaya, Kamis (18/12/2025). Kegiatan ini menjadi momentum reflektif mengenang sosok Bapak Bangsa sekaligus tasyakuran atas penetapan Gus Dur sebagai Pahlawan Nasional oleh negara.
Haul Gus Dur tersebut dihadiri berbagai tokoh nasional dan daerah, di antaranya putri Gus Dur, Yenny Wahid, Anggota DPD RI Dr. Lia Istifhama, Plt Asisten Pemprov Jawa Timur Ahmad Djazuli, jajaran Forkopimda DPRD Surabaya, Kementerian Agama Kota Surabaya, serta tokoh lintas agama dari berbagai latar belakang.
Dr. Lia Istifhama anggota DPD RI asal Jatim, Putri Gus Dur Yenni Wahid dan tokoh nasional hingga Jajaran Forkopimda dan Kementrian Surabaya hadiri Haul ke-16 thn dan tasyakuran gelaran Kepahlawanan Gus Dur di Taman Bungkul Surabaya, Kamis (18/12). (Foto Istimewa).
Haul tahun ini mengusung tema “Meneladani Budaya Etika Demokrasi Gus Dur”. Menurut Rizal, tema tersebut relevan dengan situasi kebangsaan saat ini, sekaligus menjadi bentuk rasa syukur atas penganugerahan gelar Pahlawan Nasional kepada Presiden ke-4 RI tersebut.
Dalam kesempatan itu, Yenny Wahid menyampaikan orasi kebangsaan. Ia menegaskan nilai utama yang selalu diajarkan Gus Dur adalah hidup yang bermanfaat bagi sesama.
“Yang terpenting dalam kehidupan adalah migunani, bermanfaat. Itu yang selalu diajarkan bapak dan ibu saya,” ungkap Yenny Wahid.
Sementara itu, Anggota DPD RI Lia Istifhama menyampaikan refleksi mendalam tentang keteladanan Gus Dur sebagai tokoh bangsa yang mengajarkan kecerdasan, kemanusiaan, dan kebhinnekaan dalam balutan sikap humoris dan humanis.
“Haul ke-16 ini menjadi ruang refleksi bersama atas ajaran Gus Dur tentang pentingnya menjaga kebhinnekaan demi keberlangsungan bangsa,” ujar senator yang akrab disapa Ning Lia tersebut.
Dr. Lia Istifhama anggota DPD RI asal Jawa Timur saat memberikan sambutan di acara tasyakuran dan gelar kepahlawanan Gus Dur di Taman Bungkul Surabaya, Kamis (18/12). (Foto Istimewa).
Menurut Ning Lia, Gus Dur juga memberikan teladan tentang pentingnya pemikiran dan tulisan dalam membangun peradaban bangsa. Melalui karya-karyanya, Gus Dur menegaskan bahwa Islam adalah rahmatan lil ‘alamin yang menjunjung tinggi persatuan dan perlindungan terhadap hak-hak minoritas.
“Gus Dur mengajarkan kita bagaimana senyuman, komunikasi yang humanis, dan hubungan interpersonal menjadi kunci terciptanya masyarakat yang berkeadaban,” tambah Ning Lia.
Ia berharap nilai-nilai keteladanan Gus Dur terus dihidupkan dalam kehidupan bermasyarakat sehingga terwujud khairunnas anfa’uhum linnas, masyarakat kebajikan yang setiap langkah dan tutur katanya membawa kemaslahatan bagi bangsa dan negara.
Dr. Lia Istifhama saat konference pers seusai acara tasyakuran dan gelar kepahlawanan Gus Dur di Taman Bungkul Surabaya, Kamis (18/12). (Foto Istimewa).
“Nilai-nilai humanis yang ditanamkan Gus Dur menjadi inti dalam terwujudnya kebermanfaatan untuk orang lain,” kata Ning Lia yang juga keponakan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa itu.
Ketua Barikade Gus Dur Jawa Timur, Ahmad Arizal, mengatakan haul ini dihadiri lebih dari seribu peserta yang merupakan pecinta Gus Dur dari berbagai daerah di Jawa Timur dan lintas komunitas.
“Gus Dur sebagai Pahlawan Nasional dan ikon pluralisme masih menjadi magnet kuat bagi masyarakat lintas agama dan golongan,” ujar Ahmad Rizal. *** @SyamsulA/red



