Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Ditengah Geopolitik Global, Anggota DPD RI Lia Istifhama: Alhamdulillah, Investasi Jatim Lampaui Target di Ramadan hingga Syawal penuh Berkah

Editor : Nur Fadilah | 00.01 wib
(Tengah) Dr. Lia Istifhama Anggota DPD RI asal Jawa Timur. (Dok.Istimewa).

SURABAYA, NewsPantau.com – Di tengah dinamika geopolitik global yang kian memanas, Jawa Timur justru mencatatkan kinerja investasi yang menggembirakan. Peningkatan investasi ini tidak hanya melampaui target, tetapi juga berdampak langsung pada penyerapan tenaga kerja dalam jumlah besar.

Anggota DPD RI, Dr. Lia Istifhama, menilai capaian ini menjadi sinyal positif bagi kekuatan ekonomi daerah, sekaligus kontribusi nyata Jawa Timur terhadap perekonomian nasional.

Menurut Lia Istifhama, lonjakan investasi di Jawa Timur berhasil menyerap sekitar 347 ribu tenaga kerja. Angka ini menjadi indikator kuat bahwa geliat ekonomi di daerah tersebut tetap stabil, bahkan di tengah ketidakpastian global.

“Alhamdulillah dengan kenaikan investasi yang melebihi target dan penyerapan 347.000 tenaga kerja, ini merupakan kabar baik. Jawa Timur mampu menunjukkan diri sebagai bagian penting dalam perdagangan global,” ujar Lia Istifhama, pada Rabu (18/03/2026).

Ia menambahkan, capaian ini menjadi bukti bahwa Jawa Timur memiliki daya saing tinggi dan mampu menarik kepercayaan investor, baik dari dalam maupun luar negeri.

Menariknya, peningkatan investasi ini terjadi bertepatan dengan momentum Ramadan hingga Syawal. Ning Lia menyebut, suasana penuh berkah ini turut memberikan energi positif bagi pertumbuhan ekonomi.

“Momentum Ramadan dan Syawal ini semoga membawa berkah, termasuk dalam menurunkan angka pengangguran dan menciptakan investasi yang sehat,” lanjut Lia Istifhama.

Menurutnya, kondisi ini tidak hanya berdampak pada sektor ekonomi semata, tetapi juga memperkuat optimisme masyarakat terhadap masa depan.

Senator Jatim yang akrab Ning Lia menegaskan bahwa kreativitas dan kecerdasan masyarakat Jawa Timur menjadi faktor utama dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah. Bahkan, di tengah tekanan geopolitik global, Jawa Timur mampu menunjukkan ketahanan dan inovasi.

“Di tengah geopolitik yang menghangat, Jawa Timur tetap cerdas dan adaptif. Insyaallah, kekuatan ini akan menopang ekonomi global Indonesia,” tegas Lia Istifhama.

Dengan capaian tersebut, Jawa Timur dinilai semakin mengukuhkan posisinya sebagai salah satu motor penggerak ekonomi nasional, sekaligus pintu masuk perdagangan internasional.

Ke depan, Ning Lia berharap tren positif ini dapat terus berlanjut dengan fokus pada investasi yang berkualitas dan berkelanjutan. Selain itu, peningkatan investasi diharapkan mampu terus membuka lapangan kerja baru dan menekan angka pengangguran.

Momentum Lebaran yang sarat makna kebersamaan pun diharapkan menjadi titik awal kebangkitan ekonomi yang lebih kuat dan inklusif bagi seluruh masyarakat Jawa Timur.  *** @nurf/red