Tampil Modis dengan Kerudung Kuning, Senator RI Lia Istifhama Bocorkan Rumus 'SENI' Taklukkan Hati Gen Z pada Kader Muda Golkar
Editor : Nur Fadilah | 17.00 wib
Dr. Lia Istifhama anggota DPD RI asal Jawa Timur saat beri tausiyah politik kekinian di DPD Golkar Jatim. (Dok. NP/ Istimewa).
SURABAYA, NewsPantau.com – Ada pemandangan menarik di Kantor DPD Golkar Jawa Timur, beberapa waktu lalu. Di tengah dominasi warna kuning khas partai, hadir sosok Senator RI, Lia Istifhama, yang tampil selaras dengan kerudung kuning cerah. Namun, bukan sekadar urusan fesyen yang ia bawa, melainkan sebuah gagasan segar bernama "SENI".
Dalam Rapat Koordinasi Teknis (Rakortek) Bidang Kaderisasi dan Pemuda tersebut, perempuan yang akrab disapa Ning Lia ini sukses mengubah suasana rapat yang biasanya formal menjadi lebih cair dan inspiratif—sebuah momen yang dijuluki Anggota DPR RI, Fathoni, sebagai "Tausiyah Politik Kekinian.
Ning Lia menyadari bahwa generasi Z dan Milenial cenderung menjaga jarak dengan politik yang kaku. Baginya, politik bukan sekadar perebutan kursi, melainkan sebuah ruang untuk mewujudkan benevolent society (masyarakat yang berkeadaban).
Dr. Lia Istifhama foto bareng dengan kader partai Golkar Jawa Timur. (Dok. NP/ Istimewa).
Untuk menjembatani hal tersebut, ia memperkenalkan formula SENI yang merupakan S - Strategy (Strategi): Di era media sosial, pesan politik harus dikemas secara sistematis dan kreatif. Bukan sekadar janji, tapi komunikasi strategis yang mampu mengubah cara pandang publik. Lalu, E - Equity (Keadilan): Kebijakan tidak boleh pilih kasih.
Keadilan harus menjadi fondasi dasar bagi setiap keputusan politik agar masyarakat merasa diayomi. Kemudian, N - Nation (Bangsa): Mengingatkan kembali bahwa kedaulatan tertinggi ada di tangan rakyat. Politik harus kembali ke khitahnya: mengabdi pada bangsa. Terakhir I - Integrity (Integritas): Visi boleh tinggi, tapi integritas tetap nomor satu. Ning Lia menekankan pentingnya konsistensi antara ucapan dan tindakan, namun tetap fleksibel dalam strategi.
"Generasi muda hari ini adalah Syubbanul Yaum Rijalul Ghod—pemuda hari ini adalah pemimpin masa depan. Politik tidak boleh kaku; harus ada sentuhan seni agar pesan bisa menyentuh hati," ujar Lia penuh semangat.
Kehadiran Ning Lia memberikan suntikan energi bagi kader muda pohon beringin. Aan Ainur Rofiq, selaku panitia kegiatan, menegaskan bahwa konsep "SENI" ini sangat relevan dengan target Golkar Jawa Timur ke depan.
"Kami ingin merumuskan strategi yang lebih inklusif. Pendekatan naratif dan berbasis nilai seperti yang disampaikan Ning Lia adalah kunci untuk merangkul Milenial dan Gen Z yang lebih melek digital," ungkap Aan. Dengan kolaborasi antara politisi senior dan figur inspiratif seperti Ning Lia, panggung politik Jawa Timur kini mulai bergeser—dari sekadar adu kuat menjadi adu gagasan yang estetik dan penuh integritas. *** @nurfadilah

