Dari Warga untuk Warga, Semangat Kampung Pancasila Hidup dalam Pelatihan Batik di Kelurahan Tandes
Editor : Andi Makasar | 18.30 wib
SURABAYA, NewsPantau.com – Semangat kebersamaan dan gotong royong warga Kelurahan Tandes, Kecamatan Tandes, Kota Surabaya, tampak nyata dalam kegiatan Pelatihan Batik yang digelar selama dua hari, Sabtu hingga Minggu (9–10 Mei 2026), di Pendopo Kelurahan Tandes.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat sekaligus pelestarian batik sebagai warisan budaya Indonesia. Sebanyak 15 peserta dari berbagai kalangan mengikuti pelatihan, mulai dari ibu-ibu PKK, bapak-bapak, hingga para pemuda setempat.
Sejak hari pertama, para peserta menunjukkan antusiasme tinggi. Mereka tidak hanya mendapatkan materi mengenai sejarah dan ragam motif batik, tetapi juga langsung mempraktikkan teknik membatik tulis, proses pewarnaan, hingga tahap finishing.
Yang membuat kegiatan ini semakin istimewa adalah sosok instruktur pelatih, Rendra Aditya Putra Adam, yang juga merupakan warga Kelurahan Tandes. Kehadirannya menjadi bukti bahwa potensi masyarakat lokal mampu menjadi motor penggerak bagi kemajuan lingkungan sekitar.
Pelatihan ini mengusung semangat “dari warga, oleh warga, dan untuk warga”, selaras dengan nilai-nilai Kampung Pancasila yang menekankan persatuan, gotong royong, dan kepedulian sosial.
Lurah Tandes menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan salah satu langkah nyata untuk membangun masyarakat yang mandiri, kreatif, dan memiliki daya saing.
“Melalui pelatihan batik ini, kami ingin membangun semangat kebersamaan dan meningkatkan keterampilan warga agar memiliki kemampuan yang bermanfaat. Tidak hanya untuk melestarikan budaya, tetapi juga membuka peluang usaha dan meningkatkan perekonomian keluarga,” ujar Lurah Tandes.
Ia menambahkan, potensi yang dimiliki masyarakat Tandes sangat besar dan perlu terus didukung melalui berbagai kegiatan pemberdayaan.
“Kami berharap ke depan Kelurahan Tandes memiliki motif batik khas sendiri yang menjadi identitas dan kebanggaan warga. Dengan semangat gotong royong, kami yakin masyarakat Tandes dapat terus berkembang menjadi lingkungan yang kreatif, produktif, dan harmonis,” tambahnya.
Selain menumbuhkan kecintaan terhadap budaya lokal, pelatihan ini diharapkan mampu membuka peluang usaha di sektor ekonomi kreatif sehingga keterampilan membatik dapat memberikan manfaat ekonomi nyata bagi masyarakat. *** @andiSHM

