Hadiri Forum FWIT IPPNU Jatim, Lia Istifhama Ajak Generasi Muda: Perempuan Harus Berani Jadi Pemimpin Berdampak di Era Digital
Editor : Nur Fadilah | 20.00 wib
Mojokerto, NewsPantau.com -- Pengurus Wilayah (PW) Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Jawa Timur menggelar forum Women’s Inspiration Talk di Aula Gedung Serba Guna (GSG) Pondok Pesantren Nurul Islam, Mojokerto, Minggu (26/7/2026). Kegiatan ini mengusung tema "Women Inspire, Women Lead: Meneguhkan Perempuan Tangguh dalam Kepemimpinan yang Berdampak".
Forum tersebut diikuti ratusan pengurus Pimpinan Cabang (PC) IPPNU dari berbagai daerah di Jawa Timur, mulai dari ketua, sekretaris, wakil ketua II, hingga Komandan KPP. Anggota DPD RI, Dr. Lia Istifhama, M.E.I., hadir sebagai pembicara utama.
Ketua PW IPPNU Jawa Timur, Aprilia Nur Azizah, mengatakan kegiatan ini bertujuan memperkuat kapasitas kepemimpinan kader agar mampu memberikan kontribusi nyata di lingkungan masyarakat.
"Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi kader IPPNU Jawa Timur untuk menjadi perempuan yang tangguh serta memiliki kepemimpinan yang membawa dampak positif bagi masyarakat," ujar Aprilia.
Menurutnya, pengalaman Lia Istifhama sebagai alumni PW IPPNU Jawa Timur sekaligus anggota DPD RI dapat menjadi motivasi bagi para kader untuk terus mengembangkan potensi diri.
Dalam sesi pemaparannya, Lia Istifhama membahas pentingnya peran perempuan dalam kepemimpinan, demokrasi, serta komunikasi di era digital. Ia juga menjelaskan sejumlah konsep, mulai dari pemikiran Ibnu Khaldun mengenai kepemimpinan hingga teori agenda setting yang berkaitan dengan pembentukan opini publik.
Selain itu, Lia membagikan pengalaman hidup yang menjadi titik balik dalam perjalanan kariernya. Ia mengisahkan bagaimana peristiwa bencana tsunami Aceh pada akhir 2004 mengubah cara pandangnya dalam menghadapi persoalan pribadi.
Menurut Lia, peristiwa tersebut mengajarkannya untuk lebih bersyukur dan menjadikan setiap tantangan sebagai motivasi untuk terus berkembang.
Ia juga menekankan bahwa perempuan sebaiknya tidak hanya dinilai dari penampilan fisik, melainkan dari kualitas diri, kemampuan berpikir, kreativitas, serta kontribusinya bagi masyarakat.
Di bidang komunikasi, Lia mengajak kader IPPNU memanfaatkan media sosial secara positif sebagai sarana menyebarkan informasi yang bermanfaat sekaligus memperkuat citra organisasi di kalangan generasi muda.
"Media sosial memiliki peran besar dalam membentuk persepsi publik. Karena itu, kader IPPNU perlu aktif menghadirkan konten yang informatif, kreatif, dan memberikan manfaat bagi masyarakat," ujarnya.
Ia mendorong kader untuk memproduksi konten digital, baik dalam bentuk video, tulisan, maupun materi edukatif lainnya sebagai bagian dari upaya memperluas dakwah dan memperkenalkan nilai-nilai Nahdlatul Ulama kepada Generasi Z.
Melalui diskusi yang memadukan pengalaman, wawasan kepemimpinan, dan strategi komunikasi digital, kegiatan Women’s Inspiration Talk diharapkan dapat memperkuat kapasitas kader IPPNU Jawa Timur agar semakin siap menjadi pemimpin perempuan yang adaptif, inovatif, dan berkontribusi bagi masyarakat. *** @nurfadilah
