Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Cegah Keracunan di Program MBG, BBPOM Surabaya Latih Kader Posyandu

Editor : Andi Makasar | 18.15 wib
Dok. NP / Istimewa.

SURABAYA, NewsPantau.com – Keamanan makanan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi perhatian serius Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Surabaya. Untuk mencegah risiko keracunan pangan, BBPOM memperkuat edukasi keamanan pangan dengan melibatkan kader Posyandu sebagai ujung tombak di tingkat masyarakat.

Kegiatan edukasi tersebut digelar di Posyandu Mandiri, Klampis Ngasem, Kecamatan Sukolilo, Surabaya, Selasa (1/9/2026).

Program ini menyasar sekitar 480 penerima manfaat yang tersebar di 24 Posyandu di Kota Surabaya. Sasaran utamanya meliputi ibu hamil, ibu menyusui, serta ibu yang memiliki balita.

Dalam pelaksanaannya, edukasi diberikan oleh delapan kader Posyandu yang sebelumnya telah mendapatkan pelatihan dari BBPOM di Surabaya. Program tersebut berlangsung selama periode Agustus hingga Oktober 2026.

Sejumlah materi diberikan kepada kader dan penerima manfaat, mulai dari 5 Langkah Pasti Keamanan Pangan, prosedur yang tepat saat menerima makanan MBG, cara memahami Informasi Nilai Gizi, pemanfaatan aplikasi BPOM Mobile, hingga langkah penanganan dan pelaporan apabila terjadi dugaan keracunan pangan.

Tak hanya penyampaian materi, kegiatan tersebut juga dilengkapi dengan praktik pengamatan langsung terhadap pangan MBG. Media informasi mengenai keamanan pangan turut dipasang di lingkungan Posyandu sebagai sarana edukasi berkelanjutan bagi masyarakat.
Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk memastikan aspek keamanan pangan menjadi perhatian penting dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis.
Dok. NP / Istimewa.

Kepala BPOM Taruna Ikrar menegaskan, pengawasan keamanan pangan harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari proses produksi hingga makanan diterima oleh masyarakat.

“BPOM hadir untuk memastikan keamanan pangan Program Makan Bergizi Gratis dari proses produksi, distribusi, hingga diterima masyarakat. Prinsip kami jelas, bukan pangan kalau tidak aman. Karena itu, pengawasan harus dilakukan secara menyeluruh agar setiap makanan yang dikonsumsi benar-benar memenuhi standar keamanan dan mutu,” ujar Taruna Ikrar, Selasa (1/9/2026).

Edukasi tersebut mendapat respons positif dari para peserta. Salah seorang peserta mengaku memperoleh pengetahuan baru mengenai langkah-langkah yang harus dilakukan saat menerima makanan dari Program MBG.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat karena saya menjadi lebih paham apa yang harus dilakukan ketika menerima MBG agar terhindar dari bahaya keracunan pangan,” ungkapnya.

Pelibatan kader Posyandu dinilai menjadi salah satu strategi untuk memperluas jangkauan edukasi keamanan pangan hingga tingkat masyarakat.
 Kader yang telah mendapatkan pembekalan diharapkan mampu meneruskan informasi tersebut kepada para penerima manfaat di lingkungannya.
Melalui kolaborasi antara pemerintah, penyelenggara Program MBG, kader Posyandu, dan masyarakat, BBPOM di Surabaya menegaskan komitmennya untuk memastikan makanan yang diberikan melalui program tersebut tidak hanya memenuhi kebutuhan gizi, tetapi juga aman dan bermutu untuk dikonsumsi.  *** @andimakasar