Dari Berkas Tersendat ke Izin Terbit, BPOM Kebaskan 52 Produk UMK dalam Hitungan Jam
Editor : Andi Makasar | 21.00 wib
Dok. NP / Istimewa.
SURABAYA, NewsPantau.com – Proses panjang pengurusan izin edar pangan olahan yang kerap menjadi hambatan bagi pelaku usaha mikro dan kecil (UMK) mulai dipangkas. Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Surabaya membuka layanan jemput bola melalui Desk Registrasi Izin Edar Pangan Olahan (Desk Percepatan) pada 8–9 September 2026.
Layanan tersebut menghadirkan langsung evaluator dari Direktorat Registrasi Pangan Olahan (RPO) dan Direktorat Pengawasan Produksi Pangan Olahan (Wasprod) BPOM RI. Pelaku usaha tidak sekadar menerima penjelasan, tetapi dapat menyelesaikan kendala teknis registrasi secara langsung di lokasi.
Mulai dari kekurangan dokumen, persoalan label hingga formula produk dapat dikonsultasikan dan diperbaiki dengan pendampingan evaluator. Proses verifikasi pun dapat dituntaskan tanpa harus menunggu antrean layanan reguler.
Dok. NP / Istimewa.
Hasilnya cukup mencolok.
Raden Bagus Irwan Ruswandi, perwakilan Direktorat Registrasi Pangan Olahan BPOM RI, menyebut lebih dari 100 pengajuan telah mendapatkan pendampingan. Dari jumlah tersebut, 52 Izin Edar Produk UMK telah terbit, sementara 55 pengajuan lainnya masih dalam proses.
“Dari lebih dari 100 pengajuan yang telah kami dampingi, saat ini sebanyak 52 Izin Edar Produk UMK telah terbit dan 55 lainnya masih berproses,” ujarnya.
Angka tersebut menunjukkan bahwa persoalan legalitas tidak selalu berhenti pada kemampuan pelaku usaha memenuhi persyaratan. Pendampingan teknis yang tepat di tahap registrasi juga menjadi faktor penting untuk mengurai hambatan yang selama ini membuat proses berjalan lebih lama.
Bagi pelaku usaha, percepatan itu bukan sekadar soal administrasi. Izin edar menjadi pintu untuk memperluas pasar.
Risa Rahmania, salah satu peserta yang izin edarnya terbit melalui layanan tersebut, mengaku pendampingan langsung membuat proses yang sebelumnya terkendala menjadi jauh lebih cepat.
“Sangat membantu sekali karena sebelumnya terkendala terkait pengajuan cukup lama, tetapi hari ini kami mendapat pendampingan langsung sehingga prosesnya jauh lebih cepat, dan dalam hitungan jam, dua produk kami bisa langsung terbit,” tuturnya.
BBPOM di Surabaya menargetkan layanan jemput bola tersebut dapat memfasilitasi sekitar 80 pelaku usaha pangan olahan di Jawa Timur.
Dok. NP / Istimewa.
Produk yang berhasil memperoleh izin edar resmi selanjutnya tercatat dalam sistem perizinan BPOM. Legalitas tersebut membuka peluang bagi produk UMK untuk masuk ke rantai pasok ritel modern di pasar domestik, sekaligus meningkatkan kesiapan menembus pasar ekspor.
Dengan pola layanan seperti ini, meja registrasi tidak lagi sekadar menjadi tempat memeriksa kelengkapan berkas. Ia berubah menjadi ruang penyelesaian persoalan—mempertemukan pelaku usaha dengan evaluator agar hambatan teknis dapat dibedah dan diselesaikan secara langsung.








.jpg)