Senator Ning Lia Serukan Green Democracy Sekaligus Ajak Generasi Muda untuk Menjaga Kelestarian Lingkungan di HUT GAS Pemuda
Editor : Nur Fadilah | 12.30 wib
Dr. Hj. Lia Istifhama, M.E.I., Anggota DPD RI/ MPR RI asal Jawa Timur saat hadiri acara HUT GAS Pemuda di EXO Mangrove Surabaya, Minggu (25/10). (Dok. Istimewa).
SURABAYA, NewsPantau.com – Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Dr. Hj. Lia Istifhama, mengajak generasi muda menjadi garda terdepan dalam menjaga kelestarian lingkungan dan melawan praktik ekonomi yang mengabaikan keseimbangan alam. Ia menegaskan, pembangunan ekonomi dan kebijakan politik harus berjalan seiring dengan upaya menghadapi ancaman krisis iklim.
Pesan tersebut disampaikan senator yang akrab disapa Ning Lia saat menjadi narasumber talk show bertajuk “Masa Depan Green Democracy: Kolaborasi Pemuda, Perempuan, dan Pemerintah dalam Pembangunan Berkelanjutan” dalam peringatan hari ulang tahun (HUT) Gerakan Aksi Sosial Pemuda (GAS Pemuda) di EXO Mangrove Surabaya, Minggu (25/10/2026).
Dalam kesempatan itu, Ning Lia menyoroti ancaman kerusakan lingkungan akibat eksploitasi sumber daya alam yang mengutamakan keuntungan tanpa memperhatikan keberlanjutan ekosistem.
“Generasi muda harus menjadi tonggak untuk melawan greedy economy. Keserakahan dan ketamakan bisa menyebabkan kerusakan lingkungan. Karena itu, alam harus kita jaga bersama,” tegas politisi alumni Universitas Airlangga tersebut.
Ning Lia mengaku terkesan dengan kepedulian generasi Alpha yang sejak usia dini telah memahami ancaman perubahan iklim. Menurutnya, kesadaran tersebut menjadi modal penting untuk membangun kepedulian terhadap lingkungan sejak sekarang.
“Luar biasa, mereka masih seusia anak saya, tetapi sudah memiliki kedewasaan. Mereka sudah bicara tentang bumi yang akan mengalami degradasi iklim kalau tidak kita jaga sejak sekarang,” ungkapnya.
Ning Lia juga menyinggung gagasan green democracy atau demokrasi hijau yang diusung Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin. Menurutnya, gagasan tersebut mendorong pembangunan ekonomi dan kebijakan politik agar tidak hanya berorientasi pada kepentingan manusia, tetapi juga memperhatikan keseimbangan ekologis.
“Kita bicara bagaimana green economy yang disemangati Bapak Sultan, Ketua kita di DPD RI. Bisnis jangan lagi business as usual, tetapi business as ecological. Begitu juga politik, bukan hanya political as usual, tetapi juga political as ecological,” ujarnya.
Anggota DPD/ MPR RI Jawa Timur Ning Lia Istifhama saat wawancara dengan wartawan di acara HUT GAS Pemuda di EXO Mangrove Surabaya, Minggu (25/10). (Dok/Istimewa).
Senator yang dikenal mencintai batik itu menegaskan, demokrasi semestinya menjadi ruang untuk melahirkan kebijakan yang berpihak pada kelestarian alam, bukan semata-mata mengejar kepentingan ekonomi.
“Demokrasi harus menjadi katalisator pemulihan hijau. Kebijakan tidak boleh hanya bicara kebutuhan manusia, tetapi juga keseimbangan ekologis agar iklim tetap sehat dan berkelanjutan,” jelasnya.
Ia juga mendorong penguatan green integrity atau integritas hijau melalui kolaborasi pemerintah, perempuan, dunia usaha, dan generasi muda. Kolaborasi lintas sektor tersebut dinilai penting untuk menghadapi berbagai tantangan, termasuk ancaman krisis pangan dan kelangkaan air bersih.
Sementara itu, Pendiri sekaligus Ketua Umum GAS Pemuda, Charly Haryono Teguh, mengatakan peringatan satu tahun organisasinya menjadi momentum untuk memperluas gerakan sosial sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan.
Sejak berdiri pada 28 Oktober 2025, GAS Pemuda telah menjalankan berbagai kegiatan sosial, mulai dari penyaluran sembako hingga pembagian 1.000 paket makanan gratis bagi masyarakat prasejahtera di Surabaya.
Mengusung tema “Merajut Kepedulian, Menggerakkan Kebaikan”, GAS Pemuda kini memperluas kiprahnya melalui kegiatan penanaman mangrove dan edukasi lingkungan. Charly berharap kolaborasi dengan berbagai pihak terus diperkuat agar generasi muda semakin aktif dalam kegiatan sosial sekaligus berperan menjaga kelestarian alam.
Suasana peringatan HUT GAS Pemuda semakin meriah ketika Ning Lia menutup kegiatan dengan menyampaikan pantun jenaka yang disambut tepuk tangan peserta.
“Rayuan mantan bisa jadi bikin hati gelisah, namun jika tak jodoh apalah mau dikata. Selamat ulang tahun GAS Pemuda, terus gas-kan kebaikan untuk Indonesia tercinta,” ucapnya.


.jpg)



