Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

(Persebaya): Wisma Karanggayam Surabaya Dirusak, Gedung Porak Poranda, Kaca Hancur

Editor : Hosen | 21:55 WIB

Dok.newspantau/istimewa.
Wisma atau Mess Karanggayam yang berada di Jalan Karanggayam No 1, Kecamatan Tambaksari, Surabaya, dirusak oknum tak bertanggung jawab, Kamis (26/8/2021).
------------------------------------------------------------------------------

News-Pantau.Com, SURABAYA -  Wisma atau Mess Karanggayam yang berada di Jalan Karanggayam Nomor 1, Kecamatan Tambaksari, Surabaya, dirusak oknum tak bertanggung jawab, Kamis (26/8/2021).

Dalam gedung masih banyak piala, penghargaan persebaya dan kaca pecah, porak poranda.
Sejumlah barang yang ada di bagian dalam gedung porak poranda. Bahkan, kaca di bagian depan wisma tampak hancur.

Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kota Surabaya M Afghani Wardhana memastikan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Satpol PP dan Linmas untuk mengamankan lokasi.

Termasuk mengamankan sejumlah benda bersejarah yang tersimpan di dalam wisma.

"Terkait artefak, inventaris maupun piala-piala kita amankan. Sekarang teman-teman Dispora ada di lokasi bersama Satpol PP dan Linmas. Besok kita bawa ke Stadion 10 November," kata Afghani saat dihubungi Kamis (26/8/2021) petang tadi.

Ia menjelaskan, proses inventarisasi dilanjutkan besok pagi karena kondisi yang sudah gelap di Wisma Karanggayam 1.

Karena itu, fokus utama saat ini adalah memastikan seluruh benda berharga di Wisma Karanggayam dijaga dengan aman.

Keadaan dalam gedung eks Persebaya.
"Kita sebetulnya sore tadi sudah mulai menginventarisasi, mendata piala-piala, artefak, piagam dan sebagainya. Karena sekarang kondisinya gelap, sementara kita jaga dulu dan besok pagi kita inventarisir lagi," kata dia.

Rencananya, kata Afghani, Dispora Surabaya bakal mencarikan ruangan khusus di Stadion Gelora 10 November untuk menyimpan benda-benda bersejarah itu.

Meski begitu, pihaknya sangat menyayangkan tindakan yang dilakukan oleh oknum tak bertanggung jawab di wisma tersebut.

Kondisi  didalam gedung.

"Kita nanti carikan ruang di sana (Gelora 10 November) sambil menunggu progres seperti apa nanti ke depan. Kita sendiri tidak pernah memperkirakan kejadian itu. Tapi, terkait artefak, piagam dan piala-piala, Insya Allah kita pastikan aman," kata dia.

Sementara terkait dengan langkah hukum yang akan diambil, Afghani menyatakan, bahwa hal itu menjadi kewenangan pihak berwajib.

Namun, ia memastikan akan berkoordinasi dahulu dengan Satpol PP dan Linmas untuk langkah hukum ke depannya.

"Kalau koordinasi dengan kepolisian, kita koordinasikan dulu dengan teman-teman Satpol PP dan Linmas untuk bagaimana mekanismenya jika melangkah ke pihak berwajib. Biar pihak terkait nanti yang memutuskan proses hukumnya," ujar dia.

(Anam/Dju).