Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

PTM Terbatas SD-SMP Segera Digelar, Ning Lia: Surabaya Leading for Learning

Editor : Andi Dara | 18:00 WIB

Dok.newspantau/istimewa.
Dr Lia Istifhama, M.E.I., aktivis pakar pendidikan Jatim.
---------------------------------------------------------------------------

News-Pantau.Com, SURABAYA - Orang Tua di Surabaya akhirnya dapat bernafas lega. Pasalnya, Eri Cahyadi selaku Wali Kota Surabaya telah memberikan lampu hijau penerapan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas sesuai Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) nomor 35/2021 tentang PPKM Level 4, 3, 2 di wilayah Jawa Bali. Meski Inmendagri menerapkan izin PTM terbatas dengan kapasitas maksimal 50 persen bagi wilayah yang masuk kategori level 3, namun Eri memilih membuka PTM dengan kapasitas maksimal 25 persen. 

Rencana PTM terbatas tersebut dinilai oleh pakar Pendidikan Ning Lia Istifhama sebagai jawaban dari do’a para orang tua.

“Setelah sekian lama Mendikbud sudah menegaskan pentingnya PTM terbatas sebagai bentuk antisipasi learning loss, akhirnya di kota Metropolis Surabaya hal tersebut mendapat respon positif sesuai do’a warganya. Tentunya hal ini jangan sampai ditunggangi pihak tertentu yang ujung-ujungnya menunda lagi PTM terbatas di Surabaya,” tuturnya.

Disampaikan secara virtual, aktivis perempuan yang pernah meraih penghargaan sebagai Tokoh Milenial Literasi Jatim karena rajin menulis di beragam media, menegaskan bahwa Kota Surabaya harus menjadi leading for learning.

“Surabaya sebagai ibu kota Jawa Timur seyogyanya sebagai leading for learning. Yaitu guru atau panutan dalam hal pembelajaran. Jika wilayah lain di Jatim sudah berhasil mengejar ketertinggalan pendidikan selama daring, maka induknya harus semakin kuat dan semangat mengejar ketertinggalan tersebut,” ujarnya.

Tak lupa, ning Lia menegaskan bahwa penyelamatan generasi bangsa dari learning loss tidak bisa dianggap isapan jempol.

“Diakui atau tidak, kita yang sekarang di usia dewasa, adalah produk dari sekolah tatap muka. Pentingnya atau key point urgensi sekolah tatap muka adalah adanya dampingan pembelajaran. Jangan sampai, anak-anak, yaitu usia SD hingga SMP, didampingi oleh gadget. karena Pendidikan seharusnya melibatkan aktivitas komunikatif dan kognitif. Dan yang bisa memahami tingkat pemahaman anak-anak tentunya ya manusia sebagai tenaga pendidik, bukan gadget,” tegasnya.

Ning Lia juga menjelaskan dampak sekolah daring dengan perubahan kebiasaaan anak-anak saat ini.

“Anak-anak sekarang aspek motorik dan sosialnya sudah beda jauh dengan situasi sebelum sekolah daring. Sebagai contoh, preferensi bermain lebih tinggi pada permainan atau hiburan dalam gadget, bukan permainan yang sifatnya olah gerak tubuh maupun komunikasi dengan sebayanya. Dari sini, ayolah kita para orang tua kembali pada esensi Pendidikan, yaitu nilai-nilai dalam Pancasila,” jelasnya.

Tokoh Millenial Literasi Jatim tersebut kemudian menjelentrehkan isi dari sila Pancasila, yaitu: yaitu (1) Ketuhanan yang Maha Esa, (2) Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, (3) Persatuan Indonesia, (4) Kerakyatan yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan dan Perwakilan, dan (5) Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia.

“Ada aspek sosial dalam sila Pancasila. Ini jangan sampai dikaburkan karena kondisi temporal. Dalam hal ini, jangan sampai aspek psiko sosial atau yang sifatnya karakter modal sosial, tergerus dan hilang karena observasi yang kurang holistik terhadap situasi saat ini. Sebagai contoh, jangan sampai pandemi menjadikan alasan suburnya sikap individualisme,” papar Ning Lia.

Tak lupa, Ning Lia menegaskan pentingnya spirit optimisme.

“Vaksinasi telah digencarkan oleh pemerintah regional dan daerah. Maka harus kita bangun spirit optimis bangkit. Jika kemudian masih muncul pesimisme terhadap herd immunity, maka salah satu solusi adalah dengan memanfaatkan sekolah sebagai institusi sah dalam penguatan edukasi kesehatan. Dalam hal ini, pelajaran tematik di tingkat SD maupun biologi di tingkat SMP SMA dapat dipertajam untuk materi kesehatan,” pungkasnya.

(And/Hos).