Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Bantu Program Pemerintah, Dandim 0830/SU Salurkan Bansos Paket Pencegahan Stunting untuk Anak-anak di Wilayah Mako Koramil 0830/05 Tandes

Editor : Andi | 12.00 wib
Dok.newspantau/istimewa.
Dandim 0830/SU, Kolonel Inf Budi Handoko.S.Sos., Danramil 0830/05 Tandes, Mayor Inf Hari Susanto., Kapolsek Tandes, Kompol Danu Anindhito Kuncoro Putro, S.I.K. M.H., Sekcam Tandes, Fanani.
----------------------------------------------------
Surabaya, newspantau.com -- Kodim 0830 Surabaya Utara bersama Koramil jajaran menggelar kegiatan bakti sosial (Baksos) untuk membantu pemerintah dalam program penurunan kasus stunting diwilayah Kecamatan Benowo dan Pakal, Selasa (1/11/2022).

Bakti sosial tersebut dengan memberikan bantuan berupa paket sembako ke 32 warga yang memiliki anak balita stunting. Kegiatan dilaksanakan di Markas Koramil 0830/06 Benowo dengan mengundang masyarakat yang memiliki anak stunting di dua wilayah, yaitu Kec. Benowo dan Pakal Surabaya.
Dok.newspantau/istimewa.
Hadir dalam kegiatan, Dandim 0830 Surabaya Utara Kolonel Inf Budi Handoko S.Sos, Camat Pakal Dedy Syahrial, Camat Benowo Denny, Kapolsek Pakal Kompol Imam Solikin SH, MH, Kapolsek Benowo Kompol Enny P Rustam S.Sos, M.Hum, Danramil Benowo Mayor Inf Agung Prasetyo Budi ST, Kepala Puskesmas Benowo dr. Joehanta, Kepala Puskesmas Sememi dan Lurah Babat Jerawat.

Dalam baksos tersebut, Dandim 0830/SU Kolonel Inf Budi Handoko, menyampaikan, pada awal oktober pihaknya beserta para Dandim di Jawa Timur dikumpulkan oleh Gubernur bersama lurah terkait dengan stunting.
Dok.newspantau/istimewa.
Hal tersebut juga perintah pimpinan KSAD yang ditunjuk sebagai bapak stunting oleh BKKBN dan kegiatan ini sebagai tindak lanjut terkait hal tersebut.

“Jadi ini merupakan wujud action dan aksi kami setelah mendapat amanah untuk turut membantu dalam hal mengatasi permasalahan stunting. Kami juga bersama mitra sudah melaksanakan, baik secara seremonial dan selanjutnya kita juga laksanakan di koramil koramil, bagi yang tidak terjangkau dan ndak bisa hadir kami akan datangi door to door,” ungkapnya.
Dok.newspantau/istimewa.
Menurutnya, data balita stunting yang ada diwilayahnya masih 343 anak di Surabaya Utara, dari enam koramil dan sembilan kecamatan.

“Kita sama sama bergandeng tangan dengan instansi pemerintah yang lain, Polri, BKKBN, kecamatan, pemerintah daerah, kelurahan dan puskesmas kita satukan misi dan tekad untuk membuat Surabaya zero stunting,” ujarnya.

Menurutnya, program ini berkelanjutan, kegiatan ini saya mendapat masukan dari BKKBN bahwa stunting itu dari hulu sampai hilir. Mulai dari urusan pernikahan yang belum masuk usia, sosialisasi terkait masalah pernikahan, kehamilan, perawatan bayi sampai dengan balita,” ujar Kolonel Budi Handoko.
Video ini menarik disimak, Dandim 0830/SU baksos salurkan paket penurunan Stunting untuk anak" di wilayah Mako Koramil 0830/05 Tandes, Selasa (1/11/2022).
----------------------------------------------------
Pihaknya mengimbau kepada masyarakat, khususnya untuk anak anak muda harus banyak berkonsultasi dengan BKKBN sebelum menentukan untuk menikah, sehingga tidak terlahir generasi generasi stunting yang baru.

“Kalau yang sudah ada kita zerokan dan berharap tidak akan muncul lagi stunting, hal itu yang kita laksanakan dan bersinergi dengan pemerintah daerah,” pungkasnya.

Sementara, salah satu warga penerima bantuan, mengucapkan, terimakasih kepada TNI yang sudah memperhatikan anak anak stunting.

“Terimakasih kepada bapak bapak TNI yang sudah memperhatikan anak anak kami, semoga TNI jaya selalu,” ucap Tamik, ibu muda yang memiliki balita stunting ini.  *** @andi/red