Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Capres, Anies Apresiasi Cawapres no urut 03 Mahfud MD Mundur dari Menko Polhukam: Ini Menjunjung Tinggi Etika

Editor : Pether | 01.00 wib
Dok.newspantau/istimewa.
Calon presiden nomor urut 1 Anies Baswedan menyampaikan orasi kepada relawan di GOR Mini Futsal Pancing Jalan Williem Iskandar Nomor 209, Kenangan Baru, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deliserdang. Acara tersebut dihadiri ribuan relawan se-Sumatra Utara dari partai pengusung pasangan Capres-Cawapres Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar.
-----------------------------------------------------
"Kita menghormati keputusan Mahfud MD. Saya mengapresiasi Pak Mahfud yang telah menjunjung tinggi etika,"

Anies Baswedan, Capres Nomor Urut 01

NewsPantau.com -- Calon presiden nomor urut 01, Anies Baswedan, memuji langkah calon wakil presiden nomor urut 03, Mahfud MD, yang memilih mundur dari jabatannya sebagai Menteri Kordinator Politik Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkopolhukam). 

Pujian itu disampaikan Anies saat berkampanye di Kabupaten Pamekasan, Rabu (31/1/2024). 

Menurut Anies, langkah Mahfud MD merupakan kemajuan dalam demokrasi yang menjunjung etika. 

"Kita menghormati keputusan Mahfud MD. Saya mengapresiasi Pak Mahfud yang telah menjunjung tinggi etika," ujar Anies. 

Menurut Anies, sudah berkali-kali soal etika disampaikan kepada masyarakat.

Bangsa ini akan berjalan dengan baik, jika pimpinannya dan calon pemimpinnya menjunjung tinggi etika. Selain itu, aturan main yang sudah ditetapkan, ditaati bersama-sama. 

"Rakyat Indonesia sudah bisa menilai, mana pemimpin dan calon pemimpin yang punya etika dan menjunjung etika," terangnya. 

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini meminta kepada rakyat Indonesia agar memilih pemimpin yang menjunjung etika.

Etika akan menjadi standar dalam melahirkan kebijakan ketika sudah memimpin. 

"Kalau pemimpin lahir dari pelanggaran etika, maka jangan berharap kebijakannya akan baik," ungkapnya. 
Bawa Surat Untuk Jokowi, Mahfud MD 
Resmi Undur Diri dari Posisi Menko Polhukam
Menko Polhukam Mahfud MD menyatakan bakal mundur dari jabatannya.

Ia telah membawa surat pengunduran diri yang akan diserahkan kepada Presiden Jokowi.

Mahfud mengatakan bahwa keputusannya ini telah disetujui dengan capres Ganjar Pranowo.

Mahfud kini berstatus sebagai cawapres Ganjar dalam Pilpres 2024.

Sebelumnya Mahfud sudah memastikan bahwa ia akan mundur sebagai menteri kabinet Jokowi.

Sementara itu, Capres nomor urut 3 Ganjar Pranowo mengatakan bahwa pengunduran diri Mahfud dilakukan setelah cawapresnya selesai dengan tugas-tugas sebagai Menko Polhukam.

Kelakar Capres Ganjar Tanggapi Mundurnya Mahfud MD dari Menko Polhukam: ini Contoh untuk yang Lain

Calon Wakil Presiden (cawapres) nomor urut 3, Mahfud MD resmi mundur dari jabatannya sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam). 

Mundurnya Mahfud MD ini sontak mengejutkan seluruh menteri yang ada di kabinet.

Mahfud MD diketahui mendampingi Ganjar Pranowo sebagai Calon Presiden pada Pilpres 2024.

Selanjutnya, Ganjar Pranowo menanggapi mundurnya Mahfud MD dari posisi menteri Polhukam.

"Saya hormat pada Pak Mahfud. Anda orang yang integritasnya hebat," ucap Ganjar di sela kampanyenya di Pontianak, Kalimantan Barat,  Rabu (31/1/2024). 

Ganjar mengatakan, ada pesan moral di balik mundurnya Mahfud dari jabatannya di kabinet Presiden Joko Widodo (Jokowi) itu. 

"Ada pesan moral lah, banyak orang bertanya, ini ada menteri membagikan bansos, kemudian pesan berikutnya tersirat, lalu bagaimana kita mengurangi potensi - potensi penggunaan fasilitas negara," ujarnya.
Ganjar pun berharap, keputusan Mahfud mundur dari jabatannya tersebut bisa diikuti capres-cawapres lainnya. 

"Kami waktu berdiskusi, beliau memiliki integritas sangat tinggi, kalaulah keputusan itu diambil beberapa jam kemudian, saya orang yang respek dengan beliau, mudah - mudahan yang lain juga bisa ikut."

"Mudah-mudahan ini jadi contoh yang baik dan menjadi sebuah pertanggungjawaban yang barangkali yang lain bisa mengikuti," katanya.

Ganjar mengatakan, mereka para pemangku jabatan negara yang memiliki potensi conflict of interest sudah sepatutnya ikut mundur. 

"Iya, termasuk. Siapapun yang saya omongkan sejak awal, mereka yang punya potensi conflict of interest sebaiknya mundur seperti Pak Mahfud," imbuhnya.

Pernyataan Mahfud mundur dari Menko Polhukam sebelumnya disampaikan di sela kampanye di Desa Swastika, Kecamatan Seputih Banyak, Lampung Tengah, pada Rabu (31/1/2024) siang ini.

Dirinya mengakui, telah membawa surat pengunduran diri, dan tinggal diserahkan kepada Presiden Jokowi secara langsung. 

Mahfud mengatakan, dirinya masih menunggu jadwal bisa bertemu Jokowi, lantaran Presiden RI sedang berdinas di luar Jakarta.

Istana mengeklaim, bahwa Jokowi akan kembali ke Jakarta pada besok Kamis (1/2/2024) malam. 

Mahfud MD juga menekankan, akan mengundurkan diri sebagai Menko Polhukam di momentum yang tepat, di samping dirinya maju di kontestasi Pemilu Presiden (Pilpres) 2024, mendampingi Ganjar Pranowo.

Mahfud juga mengatakan, dirinya akan berpamitan secara baik-baik.

"Saya akan pamit baik-baik," katanya Rabu (31/1/2024, saat kunjungannya ke Lampung Tengah, mengutip dari tayangan YouTube Mahfud MD.

Pihaknya menyebut, soal alasannya menunggu momentum yang tepat mengundurkan diri sebagai Menko Polhukam.

Termasuk bertemu dan berpamitan secara baik dengan Presiden Jokowi, lantaran selama ini telah diberi kepercayaan menjabat Menko Polhukam di Kabinet Indonesia Maju.

"Saya diangkat Presiden Jokowi dengan penuh kehormatan dan saya dipercaya beliau dengan sungguh-sungguh, dan saya percaya kepada beliau."

"Bahwa beliau menugaskan saya (sebagai Menko Polhukam), sehingga saya bekerja dengan hati-hati dan insya Allah baik, selama 4,5 tahun terakhir ini Insya Allah baik," ujarnya.

Dalam istilah yang ia katakan, Mahfud tidak akan 'tinggal glanggang colong playu', atau meninggalkan tanggung jawab begitu saja. *** Pether/Eric

#Pilpres 2024
#Capres no Urut 01
#Anies Baswedan
#Cawapres no Urut 03
#Mahfud MD