Terobosan Kemudahan Visa Schengen, Anggota DPD RI Lia Istifhama Ungkap Sinyal Kuat Potensi Besar bagi Ekonomi RI
Jawa Timur, newspantau.com -- Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama, menyambut positif pengumuman Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen terkait kebijakan baru kemudahan visa Schengen bagi warga Indonesia. Terobosan ini muncul setelah negosiasi panjang Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) yang intensif, dipelopori oleh Presiden Prabowo Subianto.
Ning Lia, sapaan akrabnya, menegaskan bahwa langkah strategis ini akan memberikan dampak signifikan pada penguatan ekonomi nasional. Khususnya dalam mendorong investasi, mobilitas tenaga kerja terampil, dan peningkatan daya saing sumber daya manusia (SDM).
“Ini bukan hanya soal jalan-jalan lebih mudah. Kemudahan visa Schengen akan membuka akses lebih luas bagi tenaga kerja profesional, investor, pelajar, dan pengusaha Indonesia untuk membangun jejaring internasional dan meningkatkan kompetensi,” ujar Ning Lia.
Kesepakatan ini merupakan puncak negosiasi satu dekade yang dibangun di atas prinsip kepercayaan, transparansi, dan manfaat bersama. Uni Eropa kini menawarkan multiple-entry visa Schengen yang tak hanya mempermudah mobilitas, tetapi juga mendorong investasi dan pertukaran budaya antara kedua belah pihak.
Ning Lia menegaskan kesepakatan ini menjadi sinyal kuat Indonesia dan Uni Eropa memilih jalur keterbukaan dan kerja sama jangka panjang, di tengah tren global yang justru cenderung mengarah pada proteksionisme dan pembatasan mobilitas.
DPD RI Lia Istifhama.
“Uni Eropa masih menjadi pusat banyak sektor strategis dunia modern, mulai dari teknologi, kesehatan, bahasa asing, hingga industri kedirgantaraan. Dengan kemudahan akses visa schengen, peluang anak muda kita yang ingin belajar, magang, atau bekerja ke benua Biru lebih luar. Dari situlah kita akan terpacu untuk menyiapkan keterampilan teknis, penguasaan bahasa asing, dan soft skill agar benar-benar kompetitif,” jelasnya.
Selain meningkatkan devisa negara dari remitansi pekerja migran terampil, kemudahan visa juga memperluas peluang investasi bilateral.
"Selain mendongkrak devisa dari pekerja migran terampil, kemudahan visa ini secara langsung menggandakan peluang investasi bilateral. Investor Eropa akan lebih lancar masuk, dan pengusaha kita lebih lincah menjelajahi pasar Eropa. Ini bukan hanya soal transaksi, tapi juga pertukaran pengetahuan, juga peluang masif untuk pertumbuhan ekonomi yang merata,” jelasnya.
Meksi begitu, Ning Lia mengingatkan pemerintah harus terus menyiapkan ekosistem pelatihan dan sertifikasi keterampilan, agar tenaga kerja Indonesia tidak hanya unggul di sektor informal tetapi juga di bidang-bidang strategis.
Apalagi, menurut Ning Lia Indonesia memiliki peran penting dalam rantai pasok global, terutama dalam konteks transisi energi bersih dan digital yang sedang dijalankan Uni Eropa.
“Indonesia juga merupakan pemasok utama barang-barang penting bagi transisi digital dan hijau, serta memiliki pasar yang terus berkembang dengan lebih dari 287 juta penduduk,” jelasnya. *** @nurf/red

