Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Tradisi Turun Temurun Panen Melimpah, Petani Gresik Gelar Sedekah Bumi

Editor : Imam Wibowo | 23.00 wib
Foto warga berebut buah dan sayur, tradisi turun temurun saat menggelar sedekah bumi.
----------------------------------------------------------------
Gresik, newspantau.com -- Hasil panen yang melimpah tidak bisa dilepaskan dengan sedekah bumi. Sebagai ungkapan rasa syukur atas panen tersebut, ratusan warga Desa Cagak Agung, Kecamatan Cerme, Gresik, menggelar sedekah bumi. Tradisi turun temurun ini terus dilestarikan ditengah gempuran era digitalisasi. 

Ada lima gunungan berukuran raksasa diarak keliling oleh warga. Gunungan yang bermacam-macam variasi itu didesain ada yang berupa bentuk miniatur perahu, ular naga dan lain-lain. 

Sebelum diarak, gunungan tersebut diberangkatkan dari Taman Desa Cagak Agung. Konon ditempat itu, ada sumur tua berusia puluhan tahun yang sampaii saat ini airnya dimanfaatkan oleh warga. 

Warga setempat sangat antusias mengikuti sedekah bumi. Dengan mendesain perahu yang terbuat dari janur. Puluhan buah-buahan maupun sayur mayur ditata rapi sebelum dikarak keliling.

Sedekah bumi tersebut, diberangkatkan dari Taman Desa Cagak Agung. Konon taman tersebut, ada sumur tua yang sudah dibangun puluhan tahun lalu di jaman revolusi fisik.

Keberadaan sumur tersebut, dimanfaatkan warga kebutuhan sehari-hari. Air sumur itu, tidak pernah habis meski sekarang sudah disalurkan ke rumah warga.

Kades Cagak Agung Sapaat mengatakan, sedekah bumi kali ini berbeda dengan tahun lalu. Banyak variasi gunungan yang diarak warga.

"Luar biasa semangatnya warga kami ditengah terik matahari. Warga bersemangat mengarak gunungan berpikiran besar,” katanya pada awak media, Minggu (13/7/2025).

Setiap tahun lanjut dia, dua dusun yakni Cagak dan Agung menggelar sedekah bumi sebagai rasa syukur melimpahnya hasil bumi.

"Warga mulai dari anak-anak hingga orang dewasa berebut buah-buahan dan sayur mayur yang ditata di gunungan usai berdoa,” ungkapnya.

Camat Cerme Umar Hasyim menuturkan, tradisi turun temurun ini tetap dilestarikan meski ditengah modernisasi.

"Tahun lalu gunungan yang diarak warga tidak sebanyak tahun ini. Saya mengapresiasi kekompakan warga yang guyub,” tuturnya.

Rofiah salah satu warga menyatakan dirinya banyak mendapatkan sayur mayur dan buah-buahan setelah anaknya turut berebut dengan warga.

"Anak saya tadi yang ikut berebut bersama teman-temannya. Alhamdulillah dapat banyak buat masak, dan dimakan buah yang didapat,” pungkasnya. *** @imam/red

#hasil
#panen
#melimpah
#petani gresik