Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

DPD RI Lia Istifhama Apresiasi Gerakan Mahasiswa DEM Madura, Soal Keadilan Energi

Editor : Syamsul Anam | 02.30 wib
Dr Lia Istifhama saat menerima kunjungan Mahasiswa DEM Madura di kantor DPD RI Jakarta, Rabu (21/1). (Foto Istimewa).

JAKARTA, NewsPantau.com — Isu keadilan energi kembali mencuat. Dewan Energi Mahasiswa (DEM) Madura secara terbuka menyuarakan peran strategis Pulau Madura dalam menopang pasokan energi Jawa Timur saat bertemu Anggota DPD RI Lia Istifhama di Kantor DPD RI, Jakarta, Rabu (21/01). Sikap kritis mahasiswa ini langsung mendapat apresiasi dari senator asal Jawa Timur tersebut.

Audiensi yang dipimpin Ketua DEM Madura, Abdul Syakur, menyoroti fakta bahwa sekitar 60 hingga 70 persen pasokan minyak dan gas bumi (Oil & gas) di Jawa Timur bersumber dari aktivitas energi di Pulau Madura. Namun di sisi lain, masyarakat Madura dinilai belum sepenuhnya merasakan dampak kesejahteraan dari besarnya kontribusi tersebut.

“Potensi energi Madura sangat besar. Tapi yang kami pertanyakan, sejauh mana pengelolaannya benar-benar berpihak pada masyarakat daerah,” tegas Abdul Syakur.

Tak hanya soal produksi, DEM Madura juga menyinggung keberadaan sembilan kontraktor migas yang beroperasi di wilayah Madura dan sekitarnya. Mahasiswa menilai, sektor energi seharusnya membuka ruang lebih luas bagi tenaga kerja lokal dan memberi kontribusi nyata bagi pembangunan daerah.

Isu pendidikan dan penguatan SDM ikut mengemuka. DEM Madura mendorong adanya beasiswa bagi putra-putri Madura, termasuk perempuan, serta pembukaan program studi sektor migas, agar generasi muda daerah tak hanya menjadi penonton di wilayah kaya energi.
Dr Lia Istifhama saat menerima kunjungan Mahasiswa DEM Madura di kantor DPD RI Jakarta, Rabu (21/1). (Foto Istimewa).

Menanggapi hal itu, Lia Istifhama menyebut gerakan DEM Madura sebagai contoh kepemimpinan mahasiswa yang berani dan solutif.

“Mahasiswa tidak sekadar mengkritik, tapi membawa gagasan. Ini penting agar kebijakan energi tidak menjauh dari kepentingan daerah,” ujar Lia.

Ia juga menekankan perlunya intervensi negara agar pengelolaan energi tak hanya mengejar produksi, tetapi juga memperhatikan aspek sosial, budaya, dan keberlanjutan masyarakat Madura.
Dr Lia Istifhama saat menerima kunjungan Mahasiswa DEM Madura di kantor DPD RI Jakarta, Rabu (21/1). (Foto Istimewa).

Sebagai tindak lanjut, Lia Istifhama menyatakan siap memberikan surat rekomendasi dan mengawal aspirasi DEM Madura ke kementerian serta lembaga terkait.

“Energi bukan sekadar soal sumber daya, tapi soal keadilan. Dan suara mahasiswa harus didengar,” pungkas Ning Lia.  *** @syamsulA/red