Senator Lia Istifhama Dorong Cabor Baru Lebih Strategis Jangka Panjang dan Mandiri agar Mampu Bersaing
Editor : Nur Fadilah | 03.00 wib
Dr. Lia Istifhama saat mengunjungi Koni Jatim, Kamis (22/1). (Foto Istimewa).
SURABAYA, NewsPantau.com – Menjamurnya cabang olahraga (cabor) baru di Jawa Timur membuka peluang prestasi yang semakin luas, namun sekaligus menuntut strategi, kemandirian, dan pengelolaan yang adaptif agar mampu bersaing dengan cabor-cabor mapan di bawah naungan KONI, terutama di tengah tuntutan efisiensi anggaran dan perubahan ekosistem olahraga nasional.
Hal tersebut disampaikan Anggota DPD RI Lia Istifhama atau yang akrab disapa Ning Lia, sapaan akrabnya, saat kunjungan kerja dan dialog bersama pemangku kepentingan olahraga di Dinas Kepemudaan dan Olahraga Jawa Timur, Kamis (22/1/2026)
Ning Lia menegaskan setiap cabor, termasuk yang baru tumbuh dari komunitas masyarakat, memiliki peluang yang sama untuk berprestasi, terlebih bagi cabor yang telah memiliki federasi internasional.
“Efisiensi itu jangan dilihat sebagai hambatan. Justru dari efisiensi kita bisa mendorong efektivitas. Semua kembali pada bagaimana cabor itu menyusun strategi,” ujar Ning Lia.
Menurut senator asli Jatim itu, kemunculan banyak cabor baru merupakan hal positif bagi ekosistem olahraga nasional. Namun, ia menekankan pentingnya kesiapan organisasi, manajemen, serta kemampuan membangun citra dan daya tarik publik.
Dr. Lia Istifhama saat diskusi bersama pengurus KONI Jatim. (Foto Istimewa).
“Cabor baru boleh bermunculan, dan itu justru membanggakan. Tapi harus diiringi strategi yang matang. Branding, penguatan organisasi, hingga pemanfaatan media sosial menjadi kunci agar cabor tersebut diminati dan berkembang,” tegas Ning Lia, yang juga keponakan Gubernur Khofifah Indar Parawansa tersebut.
Ning Lia menilai, kekuatan branding dan konsistensi pengelolaan menjadi faktor pembeda antara cabor yang cepat berkembang dan yang tertinggal. Ia mendorong pengurus cabor baru untuk proaktif, mandiri, dan tidak sepenuhnya bergantung pada dukungan pemerintah.
“Kalau ingin menjadi cabor yang diminati dan berprestasi, pengurusnya juga harus berdaya. Itu penting agar bisa sejajar dengan cabor-cabor besar,” tambah Ning Lia, yang juga putri KH Maskur Hasyim tersebut.
Kiri: Dr. Lia Istifhama DPD RI dan M Hadi Wawan Guntoro kadispora Prov Jatim. (Foto Istimewa).
Dalam kesempatan itu, Ning Lia berbicara pula pentingnya sinkronisasi kebijakan pusat dan daerah, khususnya terkait pengelolaan olahraga prestasi dan olahraga masyarakat. Ia menilai harmonisasi regulasi antar kementerian dan pemerintah daerah menjadi kunci agar pembinaan olahraga berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.
“Cabor-cabor baru harus tumbuh dari masyarakat, dikelola secara mandiri, dan punya strategi jangka panjang. Dengan begitu, di tengah keterbatasan anggaran sekalipun, olahraga tetap bisa berkembang dan berprestasi,” pungkas Wakil Rakyat Terpopuler dan Paling Disukai versi ARCI 2025 tersebut.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Jawa Timur, M. Hadi Wawan Guntoro, memaparkan bahwa saat ini jumlah cabor di Jawa Timur terus bertambah dan telah mencapai lebih dari 70 cabang, termasuk olahraga-olahraga baru yang tumbuh dari masyarakat.
“Prinsip kami di Dispora, semua inisiatif masyarakat kami sambut. Dispora adalah rumah bersama bagi pemuda dan olahraga. Kita terbuka untuk berdiskusi dan menyusun strategi bersama,” ujarnya.
Ia menambahkan, tujuan utama olahraga tetaplah membangun masyarakat yang sehat. Dari situ, minat dan bakat akan tumbuh secara alami hingga melahirkan prestasi yang membanggakan daerah.

.jpg)


