Anggota DPD RI Lia Istifhama Kunjungan Kerja ke Diskop-UKM Jatim: Pentingnya Pemuda Memperkuat Literasi Kewirausahaan dan Pelaku UMKM di Jawa Timur
Editor : Darwin AR | 23.00 wib
Dr. Lia Istifhama Anggota DPD RI asal Jawa Timur saat kunker ke Diskop-UKM Jawa Timur. (Foto: NP/Istimewa).
SURABAYA, NewsPantau.com – Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Diskop-UKM) Provinsi Jawa Timur menerima kunjungan kerja anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia asal Jawa Timur, Lia Istifhama, bersama para finalis Putra Putri Delta Sidoarjo. Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat literasi kewirausahaan di kalangan pemuda dan pelaku UMKM di Jawa Timur.
Kegiatan yang berlangsung di kantor Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur tersebut dimanfaatkan sebagai ruang dialog antara pemerintah daerah, wakil daerah di Senayan, dan komunitas muda. Fokus pembahasan diarahkan pada pentingnya menanamkan pemahaman kewirausahaan sejak dini agar generasi muda memiliki kesiapan menghadapi tantangan ekonomi.
“Literasi kewirausahaan tidak cukup hanya dibicarakan, tapi harus dialami langsung oleh anak-anak muda. Mereka perlu tahu bagaimana membaca peluang dan memanfaatkan ekosistem yang sudah disiapkan pemerintah,” ujar Lia saat ditemui di sela-sela kunjungan, Senin (9/2/2026).
Menurut Lia, keterlibatan finalis Putra Putri Delta Sidoarjo dalam kunjungan tersebut bukan sekadar agenda seremonial. Para pemuda diharapkan mampu menjadi agen literasi kewirausahaan di lingkungannya masing-masing, sekaligus jembatan antara program pemerintah dan kebutuhan riil generasi muda.
“Anak muda hari ini tidak boleh hanya kuat di kompetisi atau pencitraan. Mereka harus punya mental usaha dan keberanian memulai,” tegasnya.
Sebagai wakil daerah, Lia menilai penguatan literasi kewirausahaan akan menciptakan pipeline wirausaha muda yang berkelanjutan. Jika ditanamkan sejak usia muda, UMKM di Jawa Timur ke depan akan ditopang oleh pelaku usaha yang kreatif, adaptif, dan berdaya saing.
“Kalau mental kewirausahaan dibangun sejak muda, kita tidak akan kekurangan pelaku UMKM. Yang dibutuhkan adalah konsistensi pendampingan dan akses yang terbuka,” tambahnya.
Selain itu, Lia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas pemangku kepentingan. Menurutnya, program literasi kewirausahaan akan berjalan lebih efektif jika melibatkan lembaga legislatif, pemerintah daerah, dunia usaha, lembaga pendidikan, serta komunitas pemuda secara terintegrasi.
“Tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Harus ada orkestrasi agar pembinaan UMKM dan wirausaha muda ini berkelanjutan, bukan sekadar kegiatan sesaat,” katanya.
Sebelumnya, Lia Istifhama juga hadir dalam Grand Final Putra Putri Delta Sidoarjo 2026. Dalam kesempatan itu, ia memberikan motivasi kepada para finalis agar berani menggali potensi diri, mengangkat kearifan lokal, serta tidak takut gagal dalam menjajaki peluang usaha dan kontribusi bagi daerah.
Penguatan peran pemuda dalam ekosistem kewirausahaan, menurut Lia, menjadi salah satu kunci mendorong pertumbuhan ekonomi lokal yang inklusif dan berkelanjutan di Jawa Timur. *** @darwin/red
