Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Anggota DPD RI Lia Istifhama: Sudaryono Resmi Pimpin BGN, Optimis Mampu Perkuat Badan Gizi Nasional

Editor : Nur Fadilah | 22.30 wib

Dr. Hj. Lia Istifhama, M.E.I. anggota DPD RI asal Jawa Timur.

JAKARTA, NewsPantau.com -- Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama, menyambut positif pelantikan Sudaryono sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) oleh Presiden Prabowo Subianto, Rabu (22/7/2026). Sebelumnya, Sudaryono menjabat sebagai Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) dan kini menggantikan Nanik S. Deyang yang mengundurkan diri karena alasan kesehatan.

Lia Istifhama menilai pengalaman Sudaryono di bidang pemerintahan, organisasi, politik, dan sektor pertanian menjadi modal penting untuk memimpin BGN, yang memiliki peran strategis dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat serta mendukung pembangunan sumber daya manusia Indonesia.

"Saya mengucapkan selamat kepada Mas Sudaryono atas amanah baru sebagai Kepala Badan Gizi Nasional. Saya optimistis pengalaman dan kapasitas yang beliau miliki dapat membawa BGN semakin profesional dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat," ujar Ning Lia sapaan akrabnya.

Dr. Hj. Lia Istifhama anggota DPD RI asal Jawa Timur saat dampingi bapak Sudaryono resmi pimpin BGN.

Menurutnya, pengalaman Sudaryono di sektor pertanian memiliki keterkaitan erat dengan tugas BGN karena pemenuhan gizi tidak dapat dipisahkan dari ketahanan pangan, ketersediaan bahan pangan berkualitas, serta kesejahteraan petani.

Ning Lia berharap kepemimpinan Sudaryono mampu memperkuat sinergi antara kebijakan pangan dan program pemenuhan gizi nasional sehingga tercipta ekosistem yang saling mendukung dari hulu hingga hilir.

Ia juga mendorong agar petani, peternak, nelayan, koperasi, pedagang pasar, hingga pelaku UMKM semakin dilibatkan dalam rantai pasok program gizi nasional. Menurutnya, program tersebut tidak hanya bertujuan meningkatkan kualitas gizi masyarakat, tetapi juga mampu memberikan dampak positif terhadap perekonomian daerah.

"Jika dikelola dengan baik, program gizi nasional dapat menjadi penggerak ekonomi rakyat karena melibatkan banyak pelaku usaha dari sektor pangan," katanya.

Selain itu, Ning Lia meminta BGN memaksimalkan pemanfaatan pangan lokal yang dimiliki setiap daerah. Indonesia, menurutnya, memiliki beragam komoditas unggulan yang dapat mendukung kebutuhan gizi masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.

Ia juga menekankan pentingnya tata kelola yang profesional, transparan, dan akuntabel dalam menjalankan program-program BGN agar seluruh kegiatan berjalan tepat sasaran serta mendapat kepercayaan masyarakat.

"Program gizi nasional harus dijalankan dengan pengawasan yang baik, tepat sasaran, dan dapat dipertanggungjawabkan," tegasnya.

Ning Lia berharap di bawah kepemimpinan Sudaryono, BGN semakin memperkuat kolaborasi dengan kementerian, pemerintah daerah, dan berbagai pemangku kepentingan sehingga pelaksanaan program gizi nasional dapat berjalan lebih efektif. *** @nurfadilah