Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Senator Lia Istifhama Dukung Anak Muda Kreatif Bangun Gerakan GAS Pemuda untuk Masyarakat

Editor : Nur Fadilah | 21.00 wib

Senator Muda Dr. Hj. Lia Istifhama, M.E.I. anggota DPD RI asal Jawa Timur.

SURABAYA, NewsPantau.com – Anggota DPD RI Lia Istifhama mengapresiasi kepedulian dan semangat Gerakan Aksi Sosial Pemuda (GAS Pemuda) Surabaya yang aktif menjalankan berbagai kegiatan sosial untuk membantu masyarakat. Menurutnya, generasi muda memiliki peran strategis sebagai penggerak perubahan melalui aksi nyata di tengah masyarakat.

Apresiasi tersebut disampaikan Lia saat menerima audiensi pengurus GAS Pemuda di Kantor Perwakilan DPD RI Jawa Timur, Surabaya, Senin (20/7/2026).

Dalam pertemuan itu, GAS Pemuda memaparkan sejumlah program sosial yang telah dan akan dijalankan. Program tersebut meliputi bakti sosial bagi warga kurang mampu, pemberdayaan ekonomi ibu rumah tangga, pembinaan pendidikan anak, hingga kegiatan pelestarian lingkungan.

Ketua GAS Pemuda Surabaya Charly Haryono Teguh bersama jajaran pengurus juga menyampaikan perkembangan program kampung binaan yang telah berjalan di sejumlah wilayah, di antaranya Bratang dan Tangkis.

Lia menilai kepedulian anak muda terhadap persoalan sosial merupakan langkah yang patut diapresiasi. Menurutnya, GAS Pemuda membuktikan bahwa generasi muda tidak hanya memiliki energi dan kreativitas, tetapi juga keinginan kuat untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.

"Saya sangat mengapresiasi semangat adik-adik GAS Pemuda. Di usia yang masih muda, bahkan sebagian masih pelajar, mereka sudah memiliki kepedulian untuk membantu masyarakat," ujar Lia.

Ia mengatakan, kepedulian tersebut menjadi modal penting dalam membangun gerakan sosial yang lebih luas dan berkelanjutan.

Menurut Lia, anak muda memiliki posisi strategis dalam mendorong perubahan sosial. Karena itu, semangat mereka perlu terus didukung agar berkembang menjadi gerakan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Dr. Hj. Lia Istifhama anggota DPD RI Jatim saat menerima audiensi Gerakan GAS Pemuda.

Lia juga mengapresiasi langkah GAS Pemuda yang tidak hanya fokus pada kegiatan bantuan sosial, tetapi mulai mengembangkan program pemberdayaan masyarakat.

Menurutnya, bantuan sosial memang penting untuk membantu masyarakat dalam kondisi tertentu. Namun, pemberdayaan harus menjadi bagian dari solusi jangka panjang agar masyarakat mampu meningkatkan kemandirian.

"Bantuan sosial tentu penting, tetapi kita juga perlu memikirkan bagaimana masyarakat bisa memiliki kemampuan untuk bangkit dan mandiri. Karena itu, pendidikan dan pemberdayaan ekonomi harus menjadi bagian dari gerakan sosial," jelasnya.

Lia menilai perhatian GAS Pemuda terhadap pemberdayaan ekonomi ibu rumah tangga merupakan langkah positif. Dengan adanya pendampingan dan akses pemberdayaan, masyarakat diharapkan tidak hanya menjadi penerima bantuan, tetapi juga mampu mengembangkan potensi ekonomi keluarga.

Selain itu, Lia turut mengapresiasi program kampung binaan yang dijalankan GAS Pemuda. Menurutnya, pendidikan anak merupakan investasi penting untuk memutus mata rantai kemiskinan antargenerasi.

"Program kampung binaan, terutama yang menyentuh pendidikan anak, merupakan hal yang sangat penting. Anak-anak harus mendapatkan ruang untuk belajar dan berkembang," ungkapnya.

Ia berharap program tersebut terus dikembangkan secara konsisten dengan melibatkan berbagai pihak. Kampung binaan juga diharapkan menjadi ruang pendampingan dan pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan.

Dalam kesempatan itu, Lia menyambut baik rencana GAS Pemuda untuk berkolaborasi dalam sejumlah kegiatan sosial, mulai dari bakti sosial di kampung binaan, membantu calon penerima manfaat, hingga program penanaman mangrove sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan.

Menurutnya, kolaborasi antara tokoh masyarakat, organisasi pemuda, komunitas, dan masyarakat akan memperluas manfaat berbagai kegiatan sosial.

"Saya sangat terbuka untuk berkolaborasi. Anak muda memiliki energi dan kreativitas yang luar biasa. Tinggal bagaimana energi tersebut diarahkan untuk kegiatan yang positif dan benar-benar memberikan dampak bagi masyarakat," tuturnya.

Lia menegaskan bahwa persoalan sosial tidak dapat diselesaikan oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan kerja sama berbagai elemen masyarakat. Karena itu, ia berharap GAS Pemuda terus menjaga semangat kerelawanan sekaligus memperluas jejaring kolaborasi.

Ia juga berpesan agar setiap gerakan sosial yang dijalankan tetap mengedepankan konsistensi sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.

"Yang paling penting adalah konsistensi. Jangan hanya bergerak ketika ada momentum. Justru pendampingan yang berkelanjutan akan membuat manfaatnya semakin terasa," katanya.

Menutup pertemuan tersebut, Lia berharap GAS Pemuda terus menjadi wadah bagi generasi muda untuk belajar, bergerak, dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.

"Semangat seperti ini harus terus dirawat. Anak muda adalah bagian penting dari solusi. Mereka bisa menjadi penggerak perubahan, terutama ketika memiliki kepedulian terhadap pendidikan, kemanusiaan, pemberdayaan dan lingkungan," pungkasnya. *** @nurfadilah