430 Peserta Hadiri Silaturahim Akbar KBIHU Jatim, 38 Kabupaten/Kota Kini Terbentuk
Editor : Andi Makasar | 04.00 wib
Dok. NP / Istimewa.
SURABAYA, NewsPantau.com — Forum Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (FK KBIHU) Jawa Timur menggelar Silaturahim Akbar dan Rapat Koordinasi DPD FK KBIHU se-Jawa Timur pada 25–26 Agustus 2026.
Kegiatan yang berlangsung di Surabaya tersebut diikuti lebih dari 430 peserta. Tingginya antusiasme peserta bahkan membuat panitia membagi lokasi penginapan ke tiga hotel, yakni Hotel Santika, Hotel Harris, dan Hotel Surabaya Suite.
Ketua DPD Jombang, Zulfikar Damam Hikamto atau Gus Zulfikar, mengatakan kegiatan tersebut menjadi momentum konsolidasi KBIHU se-Jawa Timur sekaligus memperkuat sinergi dengan Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia.
Ketua DPD Jombang Gus Zulfikar.
“Pesertanya alhamdulillah maksimal, bahkan hotel ini sampai kurang. Ada kurang lebih 430 lebih peserta yang hadir,” ujar Gus Zulfikar.
Kegiatan mengusung tema “Bersinergi Melayani Jemaah, Menguatkan Peran KBIHU, dan Mewujudkan Tri Sukses Haji.”
Menurut Gus Zulfikar, kegiatan tersebut juga dihadiri Menteri Haji dan Umrah RI, Dr. K.H. Moch. Irfan Yusuf Hasyim, bersama sejumlah pejabat utama kementerian, termasuk para direktur jenderal dan direktur.
Selama dua hari kegiatan, peserta mendapatkan berbagai materi terkait regulasi dan kebijakan teknis penyelenggaraan haji. Materi tersebut antara lain mengenai peran KBIHU, pelaksanaan bimbingan manasik, pelayanan, pendampingan, pengawasan hingga perlindungan jemaah.
“KBIHU se-Jawa Timur siap melaksanakan sinergi bersama Kementerian Haji dan Umrah mulai dari pusat sampai tingkat kabupaten/kota untuk memberikan pelayanan maksimal dan berkualitas kepada jemaah haji,” kata Gus Zulfikar.
38 Kabupaten/Kota Sudah Terbentuk
Dalam kesempatan tersebut, Gus Zulfikar juga menyampaikan bahwa struktur FK KBIHU di seluruh 38 kabupaten/kota di Jawa Timur telah terbentuk.
Pelantikan terakhir disebut dilakukan terhadap pengurus dari 19 kabupaten/kota.
“Alhamdulillah sudah. Yang terakhir tadi pelantikan ada 19. Jadi untuk 38 kabupaten/kota sudah terpenuhi semua,” ujarnya.
Ia berharap keberadaan organisasi tersebut dapat memperkuat koordinasi dalam membimbing, melayani dan mendampingi jemaah haji reguler, mulai dari persiapan hingga pelaksanaan ibadah di Arab Saudi.
Gus Zulfikar juga menjelaskan posisi KBIHU berbeda dengan perusahaan travel haji dan umrah. Menurutnya, KBIHU fokus memberikan bimbingan kepada jemaah haji reguler, sedangkan perusahaan travel menangani haji khusus dan umrah sesuai kewenangannya.
Kuota Jemaah Jatim
Sementara itu, Ketua DPW KBIHU Jawa Timur, KH H. Abubakar Assegaf, menyampaikan bahwa kuota jemaah haji Jawa Timur diharapkan tetap berada di kisaran 42.000 jemaah.
Ketua DPW - KBIHU JAWA TIMUR
KH. H. Abu bakar Assegaf.
“Untuk Jawa Timur mudah-mudahan tetap seperti kemarin. Kuotanya Jawa Timur diberi 42.000,” katanya.
Ia menyebut kuota tersebut diyakini dapat terpenuhi. Bahkan, menurutnya, jumlah calon jemaah yang menunggu keberangkatan masih cukup besar.
“Terpenuhi, bahkan kurang. Kalau boleh ditambah malah senang,” ujarnya.
Terkait isu perubahan biaya haji, KH H. Abubakar Assegaf menegaskan hingga saat ini belum ada keputusan final. Angka Rp107 juta yang beredar masih sebatas usulan.
“Masih wacana, masih sekadar usulan saja dari Kementerian Haji dan Umrah. Itu Rp107 juta, tapi masih usulan, belum final,” jelasnya.
Dok. NP / Istimewa.
Ia juga mengatakan kondisi konflik di Timur Tengah sejauh ini tidak secara langsung memengaruhi penyelenggaraan haji, meski terdapat dampak kecil terhadap kenaikan harga sejumlah barang di Arab Saudi.








