Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Jenguk Siswa Korban MBG di RS Delta Surya Sidoarjo, Anggota DPD RI Lia Istifhama Berikan Semangat Mental pada Anak

Editor : Nur Fadilah | 00.01 wib
Anggota DPD RI Lia Istifhama saat meninjau lokasi korban terdampak dugaan keracunan makanan bergizi gratis (MBG) di Rumah Sakit Delta Surya Sidoarjo. (Dok.NP/ Istimewa).

SIDOARJO, NewsPantau.com – Jumlah santri terdampak dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo, terus bertambah. Data Dinas Kesehatan Sidoarjo mencatat sebanyak 593 orang terdampak hingga Rabu (2/9/2026) pukul 19.00 WIB.

Kondisi tersebut mendapat perhatian Anggota DPD RI Dr. Lia Istifhama. Senator yang akrab disapa Ning Lia itu langsung terbang dari Jakarta menuju Sidoarjo untuk mengunjungi para santri yang masih menjalani perawatan di RS Delta Surya Sidoarjo.

Kunjungan tersebut tidak sekadar untuk melihat kondisi korban. Ning Lia juga memberikan penguatan mental kepada para santri yang tengah menjalani proses pemulihan.

Puluhan santri dari Pondok Pesantren Manba’ul Hikam menjadi perhatian khusus. Sebab, pesantren tersebut tercatat sebagai penyumbang korban terbanyak dengan jumlah lebih dari 400 santri.

Kedatangan Ning Lia disambut Direktur RS Delta Surya Sidoarjo dr. Warih Kusumaningtyas. Rumah sakit tersebut menjadi satu dari delapan fasilitas kesehatan yang menangani santri terdampak dugaan keracunan MBG.

Senator Lia Istifhama mengatakan, kunjungannya dilakukan untuk memastikan penanganan medis terhadap para santri berjalan optimal. Ia menilai, dalam situasi musibah seperti ini, prioritas utama adalah memastikan para korban segera mendapatkan pertolongan.

“Ketika ada musibah, kita tidak mencari masalah atau siapa yang patut disalahkan. Kita mencari siapa yang harus segera kita beri pertolongan. Fokusnya adalah penanganan,” katanya.

Senator Lia juga mengapresiasi respons cepat RS Delta Surya dalam menangani para santri yang mengalami sejumlah gejala, seperti diare, mual, muntah, hingga nyeri perut.

Menurutnya, gejala tersebut perlu mendapat perhatian serius karena dapat menyebabkan tubuh kehilangan banyak cairan. Penanganan dehidrasi menjadi salah satu hal penting dalam proses pemulihan pasien.

"Ketika mengalami diare, mual, dan muntah, mereka bisa berada dalam kondisi dehidrasi. Karena itu, bagaimana cairan tubuh yang hilang bisa segera digantikan menjadi bagian dari penanganan,” jelasnya.
Dr.Hj. Lia Istifhama anggota DPD RI asal Jawa Timur dan dr. Warih saat jumpa pers di RS Delta Surya Sidoarjo, Jawa Timur. (Dok. NP/ Istimewa).

Senator Lia berharap seluruh santri mendapatkan penanganan secara bertahap hingga benar-benar pulih. Dia juga mendoakan agar seluruh korban segera kembali sehat dan dapat menjalani aktivitas seperti semula.

“Semua upaya harus dilakukan agar para santri segera pulih. Informasi terakhir ada total 593 santri yang terdampak. Semoga seluruh santri segera diberikan kesembuhan dan kejadian ini menjadi pelajaran bagi kita bersama,” tuturnya.

Sementara itu, Direktur RS Delta Surya Sidoarjo dr. Warih Kusumaningtyas memastikan pihak rumah sakit memprioritaskan penanganan cepat terhadap pasien yang datang dengan keluhan yang diduga berkaitan dengan keracunan makanan.

"Kami dari pihak rumah sakit memang selalu berkonsentrasi pada penanganan segera dan cepat, terutama pada kasus-kasus kegawatan,” kata Dokter Warih.

Menurutnya, masih terdapat sejumlah santri yang menjalani perawatan untuk memulihkan gejala sisa yang dialami setelah diduga mengalami keracunan makanan.

“Saat ini memang ada beberapa santri yang sedang dirawat untuk memulihkan gejala-gejala sisa seperti yang tadi disampaikan,” jelas Dokter Warih. 

Dokter Warih menambahkan, pada Rabu terdapat empat santri baru yang datang ke RS Delta Surya. Mereka langsung mendapatkan penanganan medis dan hingga kini masih menjalani perawatan.

Sementara pasien yang datang pada malam sebelumnya sebagian sudah diperbolehkan menjalani rawat jalan setelah menjalani pemeriksaan. Kondisi pasien secara umum disebut stabil.

“Yang semalam ada lima yang rawat jalan. Tadi pagi juga ada lima yang sudah kami Skrining Riwayat Kesehatan (RSK). Insya Allah kondisinya semua stabil,” ungkap Dokter Warih.

Dokter Warih berharap kondisi seluruh santri segera membaik sehingga dapat kembali mengikuti kegiatan belajar mengajar di pesantren.

“Kami mengajak semuanya untuk berdoa agar para santri segera sehat dan pulih sehingga bisa kembali mengikuti proses belajar mengajar,” pungkasnya. *** @nurfadilah